“Rumah yang terbuat dari kayu itu kemudian dengan cepat merambat ke rumah di sebelahnya, yakni milik Halidin,” ungkapnya.
Warga sekitar kemudian segera membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya. Beruntung, tak berapa lama datang mobil Water Tender (WT) milik perusahaan swasta yang berlokasi di dekat pemukiman warga, kemudian disusul oleh mobil pemadam kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau untuk membantu memadamkan api.
Ia menjelaskan, api berhasil dipadamkan 45 menit kemudian. Dalam kejadian itu, dua unit rumah yang terbuat dari kayu ludes terbakar. Akibatnya, kedua korban mengalami kerugian mencapai Rp 200 juta. Dari keterangan anak Halidin, sumber api diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik MCB (Miniature Circuit Breaker) yang berada di ruang tamu rumah milik Musran.
“Dari hasil olah TKP sementara, sumber api berasal dari hubungan arus pendek listrik. Untuk kerugian ditaksir mencapai Rp 200 juta,” pungkasnya.
Penulis : Tri Romadhani
Editor : Bambang Irawan