Dinkes sudah membuka lowongan untuk dokter yang nantinya akan ditempatkan di beberapa Puskesmas di Bumi Batiwakkal. Diakuinya, selain dokter Ismail ada beberapa dokter lainnya yang tidak bisa melanjutkan kontrak.
“Memang itulah kekurangan di Berau seperti daerah pesisir itu tenaga kesehatan pasti bergulir terus, tidak pernah ada yang menetap lama,” kata Iswahyudi Minggu (19/12/2021) hari ini.
Terkait pembiayaan pun menurutnya juga harus dilakukan hati-hati, tidak bisa mendatangkan tenaga kesehatan baru apabila yang lama belum selesai masa baktinya.
Selain itu jika menempatkan PNS di daerah pesisir maupun pedalaman juga terbilang sulit, terlebih jika PNS tersebut bukan berasal dari daerah yang ditempatkan, karena akan bertahan dua hingga tiga tahun kemudian meminta pindah. Lain hal jika PNS tersebut merupakan putra asli daerah.
“Tidak bisa jika yang satu belum keluar, terus masuk lagi satu, itu kan bisa membuat anggaran membengkak. Akhirnya kita akan sulit untuk mencari kesana,” jelasnya.
Selain tenaga kesehatan, masalah lain yang juga mendesak di Puskesmas Pulau Derawan adalah ketersediaan speedboat untuk mengantar pasien rujukan ke rumah sakit.
Keperluan speedboat jika dilihat dari kebutuhan pribadi Puskesmas memang dirasa cukup membebani anggaran apalagi harus membeli baru ditambah biaya perawatan.
“Yang kami coba lakukan apakah nantinya menyewa atau ada opsi lainnya untuk menekan biaya itu kan lebih bagus. Atau mungkin bisa juga kerja sama dengan camat untuk menyediakan, jadi pembiayaan itu yang harus kita siapkan,” sebutnya.
Diberitakan sebelumnya, masalah paling mendesak yang dimiliki Puskesmas Pulau Derawan adalah tidak tersedianya speedboat yang digunakan untuk membawa pasien rujukan ke rumah sakit.
Terkait dengan kebutuhan dokter, Puskesmas Pulau Derawan tidak memiliki dokter gigi, ditambah dengan dokter Ismail yang merupakan dokter satu satunya di pulau tersebut akan mengakhiri masa tugasnya pada akhir tahun 2021.
“Sebagai dokter saya akan melanjutkan pendidikan, jadi harapannya sebelum saya pergi, sudah tersedia dokter pengganti,” jelas Ismail.
Ismail sudah dari jauh hari melapor terkait permasalahan tenaga dokter yang ada ke Dinkes, namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut yang berarti. Puskesmas Pulau Derawan sendiri sempat tidak memiliki dokter selama enam bulan. “Idealnya ada dua dokter yang berjaga ,” tutupnya.
Penulis : Tri Romadhani
Editor: Aspian Nur