Ia menuturkan ingin memastikan penanganan pasca banjir telah dilakukan dengan baik, seperti penyaluran sembako, layanan kesehatan dan peralatan sekolah.
"Alhamdulillah air sudah mulai surut, jadi kita memastikan penanganan yang dilakukan harus berjalan lancar," jelasnya, Sabtu (18/12/2021).
Ia menjelaskan, pada umumnya setelah banjir akan muncul penyakit seperti diare maupun penyakit kulit. Ini yang harus diantisipasi jangan sampai masyarakat yang telah terkena musibah harus menderita penyakit pula.
"Makanya saya juga membawa OPD terkait agar apa yang menjadi keluhan warga segera teratasi," sambungnya.
Ia juga mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh perangkat desa, TNI-POLRI dan BPBD yang sigap melakukan pendataan dan evakuasi warga. Diakuinya, pemerintah daerah siap memberikan dukungan dan bantuan terhadap warga terdampak banjir.
"Sehari sebelum air naik sudah diinfokan kepada masyarakat agar waspada. Saya rasa itu adalah antisipasi yang cukup bagus," tandasnya.
Terpisah, salah seorang warga Kampung Gunung Sari, Nasib (60) mengatakan, banjir kali ini merupakan banjir terparah yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, diakuinya air Sungai Segah kerap meluap, namun tidak sampai masuk ke dalam rumah.
"Ini parah airnya masuk rumah, biasanya tidak pernah, alhamdulillah sekarang sudah surut, tapi kalau daerah hulu terjadi hujan bisa jadi air kembali naik," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Berau, Iswahyudi menuturkan, penyakit yang rentan muncul pasca banjir adalah penyakit kulit. Ia mengimbau kepada warga untuk senantiasa memperhatikan kebersihan dan kesehatan.
"Kalau bisa air bersih harus selalu tersedia, ini mencegah warga terjangkit penyakit pasca banjir," pungkas Iswahyudi.
Penulis : Tri Romadhani
Editor : Bambang Irawan