Thamrin menuturkan, kawasan yang terparah adalah Punan Malinau dan Tepian Buah, dengan ketinggian air mencapai 1,5 hingga 3 meter.
“Di Tepian Buah, terdapat 164KK dengan 372 jiwa yang terdampak, sedangkan di Punan Malinau mencapai 40 KK dengan 170 Jiwa yang terdampak,” jelasnya, Kamis (16/12/2021).
Ia melanjutkan, hingga kini, terdapat 30 KK yang mengungsi di Kampung Tepian Buah. Ia mengungkapkan ratusan rumah terendam akibat banjir tahunan ini. Dijelaskan Thamrin, warga yang tidak mengungsi dikarenakan, rumah yang mereka tempati merupakan rumah panggung dan air belum terlalu masuk ke rumah.
“Air statusnya mulai surut, tapi lihat intensitas hujan ini, kita perlu waspada,” tuturnya.
Thamrin mengatakan, dua kampung yang sebelumnya terendam banjir, kini sudah mulai kering, yakni Long Ayap dan Long Laay. Kemudian, untuk Tumbit Dayak dan Tumbit Melayu, menurut Thamrin, saat ini statusnya waspada.
“Informasi dari Kampung Merasa, debit air naik, makanya dua kampung itu statusnya waspada,” tambahnya.
Thamrin mengatakan, pihaknya telah menyiapkan tim guna membantu evakuasi warga yang terdampak, apabila memang terjadi hal yang tidak diinginkan. Begitu juga untuk kampung yang berstatus waspada.
“Tim Basarnas, sudah kami tempatkan juga di dua kampung yang statusnya waspada,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kampung Gunung Sari, Dimastio Yudistira Amir menuturkan, sedikitnya 25 persen dari luasan kampung telah terendam banjir. “Untuk ketinggian banjir mencapai 1-1,5 meter saja,” ucap Dimastio.
Ia menuturkan, saat ini yang paling dibutuhkan warga adalah, Sembako, air bersih, selimut, tenaga kesehatan dan obat-obatan karena banjir. “Itu yang dibutuhkan saat ini,” tuturnya.
Lebih lanjut, di kampung tersebut, terdapat 3 Rt yang terdampak, yakni Rt 1, 2 dan 3. Dan rumah yang terendam banjir sebanyak 165 rumah, dengan rincian, Rt 1, 51 rumah, rt 2, 54 rumah dan rt 3 sebanyak 60 rumah.
“Semoga di Hulu gak hujan, karena jika hujan, itu membuat air semakin naik,” pungkasnya.
Penulis : Tri Romadhani
Editor : Bambang Irawan