Jalan sepanjang 9 kilometer merupakan satu-satunya akses warga yang berada di kampung tersebut untuk bisa mencapai pusat pemerintahan kampung. “Belum pernah ada perbaikan sama sekali,” ungkap Jalaluddin.
Di daerah muara sendiri, ada 140 kepala keluarga (KK) yang mendiami kawasan tersebut. Saat musim hujan, warga mengaku sulit melewati jalur tersebut, karena badan jalan yang licin dan kerap membuat warga terjatuh dari kendaraan roda dua mereka. “Belum pernah sama sekali dilakukan pengerasan badan jalan,” paparnya.
Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau Junaidi saat dikonfirmasi mengaku akan melakukan tindak lanjut atas masukan dari warga tersebut.
DPUPR sudah menerima keluhan dari warga dan secepatnya akan menurunkan tim untuk meninjau langsung kondisi jalan yang ada. “Benar informasinya sudah diterima,” kata Junaidi kepada KoranKaltim.com Kamis (16/12/2021) hari ini.
Penanganan jalan akan segera dilakukan namun masih harus melihat data yang ada. Kalau jalan Kampung Tabalar Muara telah masuk perencanaan, maka peningkatan jalan bisa dilakukan awal tahun 2022 mendatang.
“Target paling lama bisa dikerjakan pada triwulan pertama, tetapi jika belum masuk perencanaan bisa lebih lama dari itu. Tapi diusahakan secepatnya,” papar Junaidi.
Penulis: Tri Romadhani
Editor: Aspian Nur