Ia menuturkan, PB Porprov memberikan keputusan final nama Cabor yang akan bertanding, dan untuk nomor tanding nanti akan disampaikan pada saat rapat koordinasi Porprov yang rencananya akan digelar Januari 2022 mendatang.
“Hari ini adalah pengumuman jumlah cabang olahraga yang langsung keluar Surat Keputusan (SK) dari KONI Provinsi,” ucapnya kepada KoranKaltim.com
Ia melanjutkan, memang nomor tanding juga sudah disampaikan, namun hal tersebut masih bisa diubah dari pengurus Cabor hingga rapat koordinasi digelar. “Kan pengurus Cabor yang menentukan apakah ingin menambah nomor tanding atau menghapusnya. Batasnya sampai Januari mendatang,” jelasnya.
Ia menjelaskan, terdaat 65 Cabor yang terdaftar di KONI Kaltim. Sementara di KONI Berau hanya 63 Cabor yang terdaftar, sehingga pihaknya melakukan seleksi pada 63 Cabor yang ada.
Diketahui terdapat tiga Cabor yang belum diputuskan bisa digelar atau tidak, sehingga KONI Berau baru menetapkan 60 Cabor ditambah dengan lima Cabor tradisional tanpa medali. “Kelima cabor tradisional itu adalah Perahu Naga, Panjat Pirawai, Kuntaw, Sumpit dan Gasing,” tututrnya.
Terkait dengan tiga cabor yang masih belum disetujui tersebut, La Ode enggan menyebut nama cabornya. Ia menjelaskan, salah satu dari tiga cabor yang bermasalah tersebut masih memaksakan kehendak untuk tidak menggelar pertandingan di Berau.
“Jadi kita masih berusaha berkoordinasi dengan tiga cabor tersebut apakah dapat digelar pada Porprov atau tidak,” tegasnya.
Menurutnya, berbeda jika PB Porprov tidak sanggup meyediakan vanue pertandingan maka bisa digelar di kabupaten/kota lain, seperti contohnya Cabor Bowling yang digelar di Balikpapan karena tidak memungkinkan membangun vanue di Berau.
“Dan juga cabor menembak, karena segala pertimbangan pasti kita izinkan untuk digelar di daerah lain,” pungkasnya.
Penulis : Tri Romadhani
Editor : Bambang Irawan