"Kalau sampai wisata ditutup kan ini dampak ekonomi yang paling terasa adalah masyarakat seperti di Pulau Derawan, Maratua dan Bidukbiduk, serta kawasan wisata lainnya," jelas Sa'ga, kepada Korankaltim.com Selasa (14/12/2021) hari ini.
Namun, politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) beranggapan pembatasan pengunjung sebanyak 75 persen seharusnya tidak perlu dilakukan. Menurutnya, tidak masalah 100 persen pengunjung yang datang ke lokasi wisata, tetapi penerapan protokol kesehatan harus ditingkatkan.
"Berkaca dari kasus di Pulau Derawan, tidak ada wisatawan yang membawa virus Covid-19 ke pulau maupun wisatawan yang terpapar Covid-19 usai berkunjung dari Derawan. Kasus yang menyebar justru terjadi saat PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dilakukan dan Derawan ditutup untuk wisatawan," kata Sa’ga.
Heri Gunawan, pemilik jasa sewa sepeda di Pulau Derawan secara terpisah menjelaskan, perekonomian masyarakat khususnya yang bergantung dengan sektor pariwisata berangsur membaik dengan bertambahnya jumlah wisatawan yang datang menjelang libur Natal dan Tahun Baru. "Alhamdulillah sekarang Derawan sudah mulai ramai dikunjungi wisatawan," kata Heri.
Dirinya mengaku sempat khawatir apabila Derawan terpaksa harus ditutup saat akhir tahun mengingat kebutuhan hidup keluarganya bergantung pada pengunjung, selain itu pada momen tertentu seperti libur akhir tahun adalah saat dirinya mampu mendapatkan penghasilan lebih.
"Kalau libur akhir tahun kan pengunjung meningkat, otomatis pendapatan saya juga meningkat dari pengunjung yang menyewa sepeda. Untung saja kawasan wisata tidak ditutup," papar Heri.
Danramil Kecamatan Pulau Derawan Kapten Inf Effendi mengaku, Satgas Covid-19 kecamatan siap melakukan peningkatan penerapan protokol kesehatan di kawasan wisata selama masa libur natal dan tahun baru.
"Operasi rutin Satgas Covid-19 pastinya dilakukan, juga menyiagakan petugas di kawasan yang ramai seperti pelabuhan," kata Effendi.
Penulis : Tri Romadhani
Editor: Aspian Nur