"Air sudah mulai terlihat naik sejak kemarin malam, memang karena curah hujan yang tinggi dan siklus banjir lima tahun sekali," tutur Dimastio yang dikonfirmasi korankaltim.com, Minggu (12/12/2021).
Ia melanjutkan, ketinggian air saat ini relatif karena memang topografi kampung yang tidak rata. Menurutnya, karena kondisi rumah warga yang merupakan jenis rumah panggung, maka air yang masuk ke rumah tingginya hanya mencapai betis orang dewasa. Namun, untuk halaman sudah terendam air cukup dalam.
"Ini kan banjir tiap tahun pasti datang, jadi sudah ada antisipasi dari warga berupa membangun rumah yang cukup tinggi," sambungnya.
Ia mengaku, belum ada tenda darurat yang disiapkan baik oleh perangkat kampung maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau. Sebab, ketinggian air masih dirasa aman, namun ke depan jika ketinggian air terus naik, bukan tidak mungkin seluruh warga akan dievakuasi ke daerah yang aman.
"Air belum menunjukan tanda akan naik, jadi warga masih bertahan di rumah masing-masing," ucapnya.
Ia berharap, dalam waktu dekat ini tidak terjadi hujan deras di bagian hulu Sungai Segah. Sebab jika terjadi hujan maka otomatis sungai akan meluap dan air yang ada di Kampung Gunung Sari juga semakin meninggi.
"Harapannya tidak ada lagi kenaikan air, dan semoga cepat surut sehingga warga bisa beraktivitas secara normal," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Azkar menjelaskan, pihaknya telah menyiagakan tim yang ditempatkan di Kampung Gunung Sari untuk memantau kondisi terkini banjir yang terjadi, sehingga apabila nantinya tinggi air meningkat maka tim bantuan akan bergerak dan membawa peralatan.
"Saat ini hanya menyiagakan satu tim di lokasi banjir, harapannya jika terjadi sesuatu maka informasi cepat tersampaikan," pungkasnya.
Penulis : Tri Romadhani
Editor : Bambang Irawan