“Kejadian ini diterima atas laporan Adam selaku Ketua Nelayan Talisayan,” jelasnya pada Rabu (8/12/2021).
Ia mengungkapkan, awal mula kronologi kejadian pada Senin 06 Desember 2021 sekira pukul 09.00 Wita empat perahu nelayan masing-masing perahu satu orang dan membawa dua rawai (alat tangkap tradisional), berangkat pergi mencari ikan dengan cara merawai.
“Sekitar pukul 11.00 Wita ke empat nelayan tiba di lokasi Perairan Sangalaki dan langsung menebar rawai,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, sekira pukul 12.00 Wita perahu si korban mengalami mati mesin dan meminta bantuan kepada tiga temannya untuk coba diperbaiki namun tidak bisa karena keterbatasan peralatan. Karena hari sudah mulai sore sekira pukul 16.00 Wita ketiga temannya meninggalkan si korban untuk mengambil rawai yang sudah disebar sebelumnya.
“Setelah rawainya di ambil kemudian ketiga temannya kembali lagi ke posisi si korban namun si korban sudah tidak ada di lokasi dan berusaha dilakukan pencarian sampai malam hari,” sambungnya.
Kemudian sekira pukul 21.00 Wita terjadi hujan deras disertai angin kencang, ketiga nelayan berlindung dengan cara perahu diikat di rawai sampai pagi hari. Sekira pukul 07.00 Wita cuaca mulai reda dan dilanjutkan pencarian kembali terhadap si korban sampai dengan siang hari pukul 13.00 Wita.
“Karena pencarian tidak membuahkan hasil kemudian ketiga Nelayan ini pulang ke Talisayan untuk melapor ke Ketua Nelayan dan aparat terkait,” tuturnya.
Ia menambahkan, pihaknya langsung melakukan pencarian kepada korban, kemudian berkoordinasi dengan Pos AL Derawan dan Pos AL Maratua untuk membantu pencarian.
“Kita juga berkoordinasi dengan Kantor SAR Tarakan dan potensi SAR yang ada di Tg. Batu dan sekitarnya,” pungkasnya.
Penulis : Tri Romadhani
Editor : Bambang Irawan