Fitri, tetangga almarhum menjelaskan kepada Korankaltim.com mengenai tidak terlihatnya JD selama dua hari yang membuat dirinya khawatir mengingat selamam ini JD hanya seorang diri di kediamannya.
Menurut Fitri, JD sendirian karena sudah berpisah dengan istrinya, sedangkan sang anak tinggal dirumah terpisah.
“Dulu pernah tinggal bersama istrinya, cuma sekarang sudah tidak tinggal serumah, jadi sendirian,” kata Fitri siang tadi.
Fitri sebagai tetangga dekat mengaku sering mengantar makanan untuk almarhum dan biasanya saat dipanggil langsung membuka pintu. Hari ini hal itu tak dilakukan JD yang membuat Fitri pun menggedor pintu namun tidak tetap tidak ada respon.
Fitri kemudian meminta bantuan kepada tetanga lainnya untuk mendobrak pintu, kebetulan juga ada teman kerja JD yang mencari karena sudah dua hari almarhum tidak masuk kerja.
“Karena dipanggil tidak ada jawaban, pintunya dibuka pakai linggis. Memang perasaan saya sudah tidak enak,” ungkap Fitri.
Saat pintu dibuka paksa terlihat tubuh JD terbaring di ruang tengah dalam kondisi tidak bernyawa. Fitri bersama warga langsung melaporkan peristiwa itu kepada pihak berwajib dan anak JD.
Dari Fitri juga diketahui kalau almarhum memang memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi.
Kanit Opsnal Reskrim Polres Berau, Ipda Siswanto menjelaskan, hasil olah tempat kejadian perkara dan hasil keterangan yang diambil dari saksi, tidak ditemukan tanda-tanda dugaan kekerasan sehingga jenazah JD langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Rivai untuk dilakukan visum.
“Dari hasil sementara memang tidak ditemukan tanda kekerasan maupun obat-obatan di sekitar tubuh almarhum,” kata Siswanto.
Kuat dugaan JD sudah wafat sejak dua hari lalu, namun polisi masih harus melakukan penyelidikan lebih lanjut. “Kami tunggu hasil dari rumah sakit. Selain itu dari keterangan saksi, almarhum juga menderita penyakit kolesterol dan asam urat,” sebut Siswanto.
Penulis : Tri Romadhani
Editor: Aspian Nur