“Pembentukan UPT ini sangat penting, karena memang dibutuhkan persiapan yang matang, maka baru satu UPT di Tanjung Batu yang baru terbentuk,” tuturnya, Senin (29/11/2021).
Lebih lanjut, Masrani menjelaskan, UPT Tanjung Batu memang telah terbentuk, namun belum memiliki kantor, sehingga pegawai yang ada masih bekerja di kantor induk Disbudpar. Menurutnya, pembentukan UPT jangan terlalu gegabah.
“Sudah dibentuk UPT itu tetapi belum tersedia wadah atau tempat untuk mereka bekerja, ya minimal disediakan biaya untuk menyewa kantor, ini dibentuk organisasi tapi biaya sewa kantornya tidak ada,” sambungnya.
Ia mengatakan, untuk mendukung 18 program Bupati, maka peningkatan sektor pariwisata harus digenjot. Dikatakan Masrani, banyak obyek wisata yang sudah terkenal di mata internasional, seharusnya dengan predikat tersebut sarana dan prasarana sudah sepatutnya ditingkatkan.
“Baik dari dermaga, akses menuju lokasi pariwisata, maupun keamanan harus ditingkatkan. Selain sarana dan prasarana, Sumber Daya Manusia (SDM) juga harus ditingkatkan,” tuturnya.
Ia menambahkan, anggaran pagu belanja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, tahun 2021 ini hanya Rp 7.057.795.152,00. Anggaran tersebut, bahkan harus terbagi menjadi empat program. Yakni, bidang pemasaran dan Kerjasama, bidang pengembangan destinasi wisata, bidang usaha jasa, sarana pariwisata dan ekonomi kreatif, serta bidang bina nilai budaya dan seni
“Saya rasa di tahun 2022 belum bisa kita mulai membangun dua UPT sisanya. Ini Alhamdulillah sekarang kita sudah mendapatkan bantuan untuk UPT Tanjung Batu dalam pembiayaan sewa gedung,” pungkasnya.
Penulis : Tri Romadhani
Editor : Bambang Irawan