Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Berau, Amiruddin menyayangkan penundaan ini, sebab kontingen dari Bumi Batiwakkal sudah sangat siap mengikuti Popda Kaltim ke-16 ini.
“Sekarang kita siap, tapi mau bagaimana lagi jika Popda memang ditunda. Kami hanya menunggu kebijakan Bupati terkait dengan surat penundaan tersebut,” tuturnya saat dikonfirmasi pada Jumat (26/11/2021).
Ia menjelaskan, salah satu alasan penundaan Popda adalah karena tidak adanya anggaran alokasi untuk Popda tahun 2021 dari Pemprov Kaltim. Sehingga pelaksanaannya disarankan ditunda hingga tahun 2022 mendatang dengan Kabupaten Paser tetap menjadi tuan rumah pelaksana.
Ia mengaku terkait penundaan Popda tersebut memang sudah terdengar beberapa waktu lalu, karena anggaran yang tidak ada. Popda sendiri, sedianya dilaksanakan 20 – 27 November 2021.
“Kita tetap mengikuti arahan dari Pemprov Kaltim. Terkait penundaan ini, semua cabor juga sudah tahu. Menurut surat dari Provinsi penundaannya di triwulan pertama 2022,” jelasnya.
Kendati demikian, pihaknya tetap meminta kepada seluruh Cabang Olahraga (Cabor) yang mengikuti Popda untuk dapat terus melatih atlet-atletnya agar tetap konsisten dan peformanya tidak turun sebagai persiapan Popda tahun depan.
“Jangan sampai latihan mengendur. Apalagi ini sudah menjelang akhir tahun, tentu persiapan harus lebih matang, agar mampu meraih prestasi maksimal,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Berau, Guruh Surya Putra, mengaku sudah mengetahui penundaan Popda itu. Namun, dirinya beranggapan dengan ditundanya Popda tersebut justru memberikan banyak waktu bagi atletnya untuk mematangkan latihan. Mengingat judo merupakan olahraga keras, dan banyak menguras fisik.
“Kalau dibilang kecewa, memang ada. Tapi kita tetap harus realistis juga. Saya kira ini bagus juga untuk memberikan waktu lebih banyak kepada atlet-atlet untuk latihan. Kami juga punya target di Popda nanti, paling tidak dapat medali lah,” pungkasnya.
Penulis : Tri Romadhani
Editor : Bambang Irawan