Bupati Berau,Sri Juniarsih menuturkan, pemerintah daerah akan memberikan perhatian lebih dan berkomitmen untuk memaksimalkan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan di wilayah KAT. Sebab sudah ada hibah lahan seluas 14 hektare oleh salah satu warga.
“Kami mengucapkan terima kasih banyak atas sumbangan yang telah diberikan. Tinggal dananya saja untuk pembangunan. Denahnya sudah ada, tinggal realisasinya,” jelasnya pada Rabu (24/11/2021).
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Berau, Murjani mengatakan, karena lokasi Komunitas Adat Terpencil (KAT) Kampung Maluang berada di perbatasan antara Kabupaten Berau dan Bulungan, selama ini anak-anak bersekolah di Kalimantan Utara. Ia menyebut dibukanya sekolah PAUD saat ini hanya bersifat sementara. Ke depan, pihaknya akan membangun sarana prasarana pendidikan lainnya di lahan seluar 14 hektare.
“Karena jarak yang lebih dekat ke Kabupaten Bulungan makanya anak-anak bersekolah ke sana. Kita sudah usulkan untuk PAUD, SD, dan SMP. Tahun depan kalau dananya tersedia bisa dilaksanakan,” jelas Murjani.
Ia melanjutkan, ke depan rencananya akan dibangun pesantren dan sarana pendukung pembangunan kampung lainnya. Seperti kesehatan dan kantor lurah.
Dikatakannya, awal bulan lalu pihaknya bersama Dinas Sosial Berau telah melakukan peninjauan dan pendataan mengenai sarana prasarana pendidikan yang ada di perbatasan.
“Paling tidak kita pematangan lahan dulu, baru perencanaan fisiknya,” pungkasnya.
Penulis : Tri Romadhani
Editor : Bambang Irawan