Menurutnya, dengan jumlah vaksinasi yang ada saat ini dan kondisi penyebaran Covid-19 yang rendah membuat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Berau sudah turun menjadi level 2.
“Kami dari Komisi I mengapresiasi capaian vaksinasi ini. Alhamdulillah Covid-19 bisa dikatakan sudah tidak ada dengan semakin sedikitnya orang terpapar,” kata Darlena kepada Korankaltim.com siang tadi.
Dengan tingginya capaian vaksinasi juga turunnya level PPKM nantinya dapat berdampak positif bagi kegiatan masyarakat khususnya dalam menggerakan roda perekonomian.
Diakuinya, sebagai wakil rakyat Komisi 1 selalu mengingatkan agar anggaran yang ada harus digunakan dengan bijak, diantaranya untuk penanganan Covid-19 serta pemulihan ekonomi masyarakat. “Mudah-mudahan dengan demikian perekonomian bisa kembali normal,” paparnya.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Berau Iswahyudi mengakui kalau capaian vaksinasi Berau sudah lebih dari 50 persen walaupun masih di dosis pertama. Penurunan PPKM juga dipengaruhi tingkat kematian di wilayah yang rendah.
Pemberian vaksin akan digencarkan kepda dosis kedua dengan jenis Sinovac.
“Kami juga akan menggencarkan vaksin pada anak maupun kalangan pelajar,” sebut Iswahyudi.
Angka persentase vaksin akan mencapai 70 persen pada akhir tahun 2021. Hal itu dapat terealisasi kalau alokasi vaksin tersedia.
Saat ini jenis vaksinasi yang masuk ke Berau sudah mulai beragam, baik itu Sinovac, Moderna maupun Astrazeneca, namun masyarakat tidak dapat memilih pemberian jenis vaksin.
“Apapun jenisnya yang datang, langsung diberikan ke masyarakat. Kalau untuk dosis kedua, memang masih banyak yang menggunakan Sinovac,” jelas Iswahyudi.
Penulis : Tri Romadhani
Editor: Aspian Nur