Ditambahkannya dengan usia IBI sudah setengah abad lebih itu, agar perjalanan menjadi evaluatif dan analitis dalam memajukan IBI di Indonesia, utamanya di Kubar.
Bupati FX Yapan menyebut, bidan merupakan salah satu ujung tombak dalam pembangunan bidang kesehatan yakni untuk menciptakan ibu dan anak sehat.
“Jadikan usia IBI bertambah sebagai motivasi agar organisasi ini semakin maju dalam mencapai visi dan misinya untuk menciptakan kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Harapan terbesar FX Yapan kepada IBI Kubar di antaranya, revitalisasi organisasi ini dengan peningkatan kapasitas, profesionalitas dan kompetensi, juga terhadap oknum bidan agar berkompetensi. “Kadang bidan berhadapan dengan hukum dan UU dalam melayani pasien. Jaga nama baik dan junjung tinggi citra profesinya serta wujudkan pelayanan holistik dan berkesinambungan,” pintanya.
Bupati FX Yapan mengharapkan , seorang bidan pandai berkomunikasi dan mengetahui informasi. Selanjutnya, bidan harus pandai memberikan pelayanan bukan hanya teori. “Sehingga bidan Kubar semakin bermutu dan profesional melayani masyarakat, guna mewujudkan hari esok Kubar yang lebih baik daripada
hari ini,” pupusnya.
Sementara itu, Ketua IBI Cabang Kubar, Sumiati, menjelaskan bahwa IBI Kubar saat ini beranggota 298 orang. Tersebar di puskesmas, klinik dan rumah sakit se-Kubar. Fungsinya mengawasi kesehatan perempuan dan keluarga dengan layanan holistik berkesinambungan. “Sebagai wadah berhimpun para bidan, mempunyai tanggungjawab menekan angka kematian ibu dan anak. IBI Kubar rutin dalam penyuluhan kesehatan kepada ibu dan anak,” ungkapnya. (imr)