"Jadi tinggal Pemkab saja lagi untuk kapan bisa merealisasikan pembangunan rumah sakit pratama itu. Lokasi tepatnya terletak di antara jalan Labanan Makmur ke arah Teluk Bayur,” Jelasnya, Minggu (31/10/2021).
Menurutnya, rumah sakit pratama ini dibutuhkan masyarakat agar lebih mudah dijangkau ketika ada kondisi darurat ataupun pasien rawat inap. Diakui Mudawi, selama ini apabila ada warga yang memerlukan perawatan tingkat lanjut maka harus menempuh jarak yang jauh ke RSUD dr Abdul Rivai. Sehingga pertimbangannya adalah agar akses bisa lebih dekat dan dapat dijangkau oleh masyarakat kecamatan jauh.
"Sebenarnya kalau pasien yang dirawat inap di RSUD Tanjung Redeb, bisa saja dibiayai BPJS atau semacamnya. Tetapi kerabat atau keluarga yang menjaga atau menunggu si pasien ini yang menjadi beban kami di pemerintah kampung," tuturnya.
Ia mengungkapkan, dalam segi fasilitas kesehatan memang sudah memadai karena setiap kampung telah memiliki puskesmas induk.
"Namun tetap kita butuh rumah sakit pratama ini dibangun untuk lebih memudahkan masyarakat kampung setempat," katanya.
Diakuinya, mengenai tindaklanjut pembangunan rumah sakit pratama tersebut dari Pemkab Berau sendiri sudah ada perencanaan. Tinggal menunggu realisasi pembangunan. Selain itu disebutnya juga jarak lahan yang dipersiapkan dengan lokasi pertambangan juga cukup jauh sekitar empat kilometer.
"Jadi lahan tersebut khusus dihibahkan ke Pemda untuk rumah sakit pratama," pungkasnya.
Penulis : Tri Romadhani
Editor : Bambang Irawan