Terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Bumi Batiwakkal yang masih bertahan pada level 3. Thamrin mengatakan ketentuan itu berasal langsung dari pemerintah pusat.
“Yang menentukan ini kan bukan dari kita, tetapi dari pusat. Tinggal Dinas Kesehatan (Dinkes) yang melaporkan kondisi riil di lapangan,” jelasnya.
Ia melanjutkan, penetapan level PPKM ditentukan dengan beberapa indikator, seperti persentase vaksin kemudian bagaiman yang terkonfirmasi sampai dengan ketersediaan tempat tidur. Menurutnya, Berau saat ini sudah layak turun menjadi PPKM level 2, mengingat jumlah pasien terkonfirmasi positif sudah jauh berkurang.
Menurut data dari Dinas Kesehatan Berau per 28 Oktober hanya menyisakan 21 pasien yang diisolasi mandiri dan dirawat di rumah sakit.
“Kalau tidak salah nanti kan per 9 November akan berakhir masa PPKM yang berlaku saat ini, setelah itu mungkin mudah-mudahan ada penurunan status dari level 3 ke level 2, itu yang kita harapkan,” paparnya.
Selain tingkat terkonfirmasi positif Covid-19 yang rendah, ada tujuh kecamatan di Berau yang berada dalam zona hijau. Salah satu faktor yang menyebabkan Berau masih bertahan di PPKM level 3 adalah persentase vaksin yang masih rendah.
“Kita yang mempengaruhi itu adalah vaksinasi yang msih kecil, itu karena droping dari pusat yang sedikit terlambat,” ungkapnya.
Ia mengaku sudah mengusulkan kepada Asisten 1 Setkab Berau untuk mengadakan rapat evaluasi penanganan Covid-19. “Tetapi terkait prokes tetap kita tekankan ke masyarakat,” pungkasnya.
Penulis : Tri Romadhani
Editor : Bambang Irawan