“Pada tahun 2018 target kami tercapai dan mendapatkan 231 sapi yang diikutkan asuransi yang berasal dari 10 kelompok, di 2019 realisasi kami 417 dari 17 kelompok,” jelasnya Jumat (22/10/2021).
Ia menjelaskan, kendala yang dihadapi adalah karena Covid-19 membuat pihaknya tidak bisa mensosialisasikan program dengan maksimal. Selain itu, karena program ini bekerjasama dengan BUMN PT Asuransi Jasindo, dan pada tahun 2020 perusahaan asuransi tersebut meniadakan kantor cabang di Berau, maka pengurusan berkas dan komplain asuransi harus langsung ke kantor yang berada di Samarinda.
“Kendalanya karena covid-19, pandemi juga menyebabkan Jasindo menutup kantor cabang Berau. Kalau di Berau ini kan kita koordinasinya enak,” tuturnya kepada KoranKaltim.com
Dikatakan Widodo, manfaat program asuransi ini sangat dirasakan oleh peternak, karena hanya dengan membayar premi sebanyak Rp 40 ribu per tahun, peternak berhak menerima klaim sebesar Rp 10 juta apabila terjadi sesuatu terhadap hewan ternak yang didaftarakan asuransi.
“Sebenarnya premi sebesar Rp 200 ribu, tetapi pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp 160 ribu,” ucapanya.
Ia menambahkan, menurunnya peternak Berau yang mengikuti program tersebut adalah karena perubahan aturan dari perusahaan asuransi, yang awalnya membolehkan peternak semi intensif untuk mengikuti program ini. Namun, kini hanya peternak sapi intensif yang disetujui.
“Aturan ini dilakukan untuk mempermudah kontrol yang dilakukan oleh petugas,” sambungnya.
Ia mengaku, hingga saat ini baru bisa menjangkau peternak yang ada di kecamatan dekat, sedangkan untuk peternak di kecamatan jauh, menurutnya petugas masih kesulitan mengingat jarak yang tidak dekat. Diakuinya Distanak hanya memiliki satu petugas di setiap kecamatan, dan dokter hewan hanya tersedia di Kecamatan Tanjung Redeb, dan Kecamatan Talisayan saja.
“Jadi petugasnya harus pro aktif, kalau dari tanjung sini ke daerah pesisir misalnya itu kan kasihan petugasnya, sedangkan kematian ternak kan tidak bisa diduga waktunya kapan,” pungkasnya.
Penulis : Tri Romadhani
Editor : Bambang Irawan