Namun, karena pandemi sejak tahun lalu akses ke dalam kedua taman tersebut terpaksa ditutup oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau. “Buka saja, kan Pulau Derawan, Maratua, hingga Tepian Ahmad Yani dan Tepian Pulau Derawan, juga telah dibuka untuk umum,” tuturnya kepada KoranKaltim.com
Menurutnya, penutupan fasilitas umum dan taman dilakukan guna mencegah kerumunan masyarakat. Gamalis mengatakan, dengan kembali dibukanya kedua taman ini serta kolam renang Kakaban Aquatic bisa membantu perekonomian pedagang kecil yang biasa berjualan di lokasi tersebut. Masyarakat juga memiliki pilihan untuk berlibur diakhir pekan, tanpa harus keluar dari Tanjung Redeb. “Ini kan secara tidak langsung juga membantu perekonomian masyarakat,” ucapnya.
Dirinya ingin segera membuka ketiga lokasi tersebut, ia juga meminta kepada pihak yang bertanggung jawab seperti DLHK dan Dinas Pemuda dan Olahraga bisa kembali mengaktifkan lokasi itu. Diakuinya Gamalis, pedagang kecil yang biasa berjualan di lokasi itu, terpaksa memilih berkeliling untuk menyambung hidup. “Biasanya kan mereka stay di situ, tapi dengan ditutup, otomatis mereka tidak di sana,” ungkapnya.
Politkus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menegaskan, saat nanti dibuka, agar masyarakat bisa menjaga prokes dengan ketat. Dikhawatirkan, jika dibuka, akan menimbulkan klaster baru. “Kita disini bekerjasama, jangan sampai, kita sudah melonggarkan tapi masyarakat tidak taat prokes,” pungkasnya.
Penulis : Tri Romadhani
Editor : Bambang Irawan