“Untuk hari ini baru 74 siswa saja yang bisa mendapat suntikan vaksin, sisanya akan menyusul karena terhalang sesuatu hal,” ungkap Masluhi.
Masluhi menjelaskan adanya empat macam ketunaan di sekolah SLB yang membuat pihak sekolah dan tenaga kesehatan sedikit kesulitan dalam memberikan vaksin kepada siswa. “Empat ketunaan ini di antaranya adalah Tunanetra, Tunarungu, Tunagrahita, dan Autis,” jelasnya.
Ia menjelaskan, dari masing-masing ketunaan tersebut memiliki berbagai macam karakteristik. Bagi Tunarungu dan Tunanetra masih tidak ada kendala dan hambatan, yang menjadi kesulitan kita adalah siswa yang Tunagrahita dan Autis, sebab sikap prilakunya yang berbeda-beda yang membuat petugas menjadi sedikit kesulitan mengontrol emosi dan mood peserta didik untuk bisa disuntik vaksin.
“Jumlah dosis vaksin yang disediakan hari ini adalah sebanyak 200 dosis, dan akan diberikan kepada masyarakat umum setelah para siswa SLB sudah selesai,” tuturnya.
Ia menambahkan, rencananya pada 28 hari ke depan pihaknya akan melakukan vaksinasi tahap dua di tempat yang sama.
Ia mengucapkan terima kasih kepada Polres yang memberikan vaksin dan Puskesmas yang membantu sebagai Tenaga Medis yang membuat pelaksanaan vaksinasi tahap 1 berjalan dengan baik dan lancar.
Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Tanjung Redeb, Kasran menuturkan, pelayanan terkendala dan membutuhkan waktu yang lebih lama, sebab para siswa memang membutuhkan pelayanan khusus dan harus mendapat pendampingan dari orangtua siswa.
“Karena yang tau persis riwayat penyakit maupun kondisi dari si anak adalah orangtuanya,” jelasnya.
Prosedur vaksinasi tidak ada yang berbeda dari masyarakat umum, mulai dari pendaftaran, screening, pemberian vaksin dan observasi. Ia mengungkapkan, vaksin yang digunakan berjenis Sinovac.
“Secara umum tidak ada kendala dalam pemberian vaksin, hanya memang kali ini membutuhkan pelayanan khusus,” pungkasnya.
Penulis : Tri Romadhani
Editor : Bambang Irawan