Menurutnya, hal pertama yang harus dibenahi adalah infrastuktur pariwisata. Pihaknya berencana membangun kawasan terpadu, pusat seni, budaya, dan kreativitas (terdiri dari taman budaya, amphitheater, pusat kreativitas, kawasan UMKM terpadu) dan pembangunan balai adat. “Pengembangan sarana dan prasarana parwisata harus kita lakukan terlebih dahulu,” jelasnya.
Ia melanjutkan, bentuk realisasi program tersebut adalah memberi dukungan penuh terhadap pembangunan Balai Adat Suku Dayak Basap di Kampung Suaran, Kecamatan Sambaliung. “Awalnya dibangun atas swadaya masyarakat kampung, namun kini Pemda akan memberikan support agar pembangunan tersebut bisa segera terselesaikan,” sambungnya.
Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini mengungkapkan, nantinya jika pembangunan balai adat ini selesai, harapannya satu lagi daerah wisata baru yang bisa menjadi transit wisatawan akan menuju Pulau Derawan dan Maratua.
Ia mengatakan, tempat tersebut juga nantinya akan menjadi rest area, tetapi bukan hanya yang menyuguhkan makanan atau minuman saja, wisatawan bisa bersantai dan mempelajari budaya suku Dayak Basap di balai adat tersebut. “Satu lagi destinasi wisata di Kabupaten Berau, yang mudah-mudahan akan selesai dalam waktu tiga bulan kedepan,” ujarnya.
Menurutnya, lokasi yang strategis juga menjadi daya tarik tersendiri dari balai adat tersebut. Ia menjelaskan, di dekat balai adat tersbut ada sungai yang mengalir. Disamping itu warga juga bisa membuat pernak pernik khas suku dayak maupun makanan tradisional untuk parawisatawan. “Tapi yang jelas setiap even kebudayaan akan mendapat dukungan penuh dari Pemkab Berau,” tegasnya.
Ia menambahkan, saat ini pihaknya sedang gencar untuk memasarkan wisata lokal. Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga menjadi fokus Pemkab saat ekonomi makro sedang goyah. “Kita harus berupaya terus mendorong kemajuan UMKM yang ada di Berau agar terus bertahan dan roda perekonomian dapat berjalan normal kembali,” pungkasnya.
Penulis : Tri Romadhani
Editor : Bambang Irawan