"Upacara ini biasanya diadakan setahun sekali usai panen," jelasnya.
Terkait dengan pembangunan rumah adat, Sopiyadi mengatakan, bangunan tersebut akan difungsikan untuk kegiatan adat seperti perkumpulan dan musyawarah adat.
"Dayak Basap ini kan tersebar mulai dari pesisir Berau hingga ke Segah dan Kelay, jadi nantinya rumah adat ini akan kita fungsikan untuk berkumpul," tandasnya.
Wakil Bupati Berau, Gamalis mengatakan, pemerintah daerah selalu menyambut baik masyarakat yang telah memertahankan budaya. Generasi saat ini memang sudah modern tetapi harus tetap menjaga budaya asli Indonesia.
"Kalau bukan kita semua yang mempertahankan adat istiadat, mau siapalagi," ucapnya.
Ia mengungkapkan, Pemda terus berupaya menjaga adat, dengan program unggulan pembangunan kawasan terpadu pusat seni budaya dan kreativitas serta mendukung pembangunan balai adat. Selain itu perhatian juga diberikan kepada cagar budaya yang saat ini kondisinya memprihatinkan.
"Itu tertulis dalam program unggulan. Semoga kita bisa dengan cepat membangun rumah adat yang baru dimulai ini," sambungnya.
Ia melanjutkan, melas kampung merupakan warisan leluhur suku dayak basap untuk menjaga tradisi para leluhurnya. Harapannya seluruh penyakit pengganggu kampung akan hilang dan keselamatan selalu menyertai.
Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini berharap Kampung Suaran dapat menjadi kampung budaya, sehingga wisata diberau dapat lebih kaya lagi dengan adanya wisata budaya.
"Melalui kesempatan ini saya ingin mengucapkan apresiasi kepada seluruh tokoh adat dan masyarakat dayak basap atas dedikasi untuk merawat budaya kita," tuturnya.
Penulis : Tri Romadhani
Editor : Bambang Irawan