PAUD merupakan usia emas perkembangan anak, sehingga sangat membutuhkan interaksi sosial baik dengan kawan sebaya maupun guru. Interaksi sosial juga mempengaruhi bagaimana perkembangan di anak jadi jangan sampai waktu tersebut terbuang sia-sia.
"Namanya usia PAUD lebih susah untuk dilakukan secara online, kenyataannya pun saat ini justru orangtua yang lebih sibuk untuk mengurus keperluan anaknya selama belajar online," kata Sakka.
Disdik Berau sudah banyak menerima permintaan izin pembelajaran tatap muka, tetapi belum bisa diberikan sebelum dipastikan apakah persiapan dan protokol kesehatan sudah dijalankan dengan benar atau tidak.
"Tentu kami lakukan pengecekan ke lapangan, apakah apa yang dilaporkan secara tertulis itu sudah dilakukan atau tidak seperti misalnya dilaporkan sudah melakukan kerjasama dengan Puskesmas, tetapi setelah dilakukan pengecekan ternyata hal itu belum terjadi, nah ini perlu kami beri teguran," tegas Sakka.
Monitoring dan evaluasi akan dilakukan secara ketat. Kalau memang pada saat pelaksanaan uji coba dalam waktu dekat berjalan lancer bisa saja jumlah peserta didik yang hadir secara langsung ditambah. Namun jika PTM justru menjadi sektor yang justru menyebarkan Covid-19, maka akan dilakukan evaluasi dan bukan tidak mungkin akan dibatalkan.
"Setiap hari akan kami lakukan evaluasi, jadi laporan dari satuan pendidikan akan kami terima setiap hari seperti apa perkembangannya. Apapun yang terjadi dilihat bagaimana kondisi dan situasi di lapangan," sebut Sakka lagi.
Diharapkan dalam waktu dekat PTM bagi jenjang PAUD sudah bisa dijalankan, sesuai dengan harapan masyarakat dan pihak sekolah.
"Kalau untuk ketentuan diselenggarakannya PTM untuk PAUD ini sama seperti jenjang SD dan SMP. Karena pada prinsipnya menjaga prokes. Bagaimana caranya agar ini bisa dilaksanakan tetapi tidak ada yang terdampak virus," sebut Sakka.
Penulis : Tri Romadhani
Editor: Aspian Nur