Acara yang dihadiri jajaran Forkopimda dan Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) Berau ini sengaja digelar sederhana untuk menghindari penyebaran Covid-19 di Bumi Batiwakkal.
Bupati Berau, Sri Juniarsih berpesan, peringatan hari jadi merupakan momentum refleksi yang positif, sebagai salah satu wujud kecintaan terhadap Kabupaten Berau yang memiliki potensi kekayaan historis luar biasa.
"Perjalanan panjang Kabupaten Berau sejatinya telah mengalami kemajuan yang signifikan di usinya ke-68," ucapnya.
Ia melanjutkan, nikmat yang didapatkan tentunya perlu disyukuri, sebab di tengah keterbatasan yang ada, Bumi Batiwakkal tetap mampu berdiri hingga hari ini sebagai kabupaten yang unggul dalam berbagai bidang serta aspek kehidupan sosial.
"68 tahun adalah rentang perjalanan yang cukup panjang karena memuat dinamika sekaligus romantika sejarah," sambungnya.
Orang nomor satu di Kabupaten Berau ini menuturkan, 68 tahun merupakan usia yang matang, suatu kabupaten yang berdiri pada 1953 silam kini membesar dan mampu berdiri sejajar dengan Kabupaten/Kota di Kalimantan Timur bahkan di Indonesia.
"Peringatan ulang tahun secara filosofis berarti bermakna retrospektif, kita berupaya menengok masa lalu sebagai sebuah fondasi untuk memperoleh referensi dalam menapaki masa kini dan masa depan," tuturnya.
Ia menambahkan, peringatan ulang tahun juga dapat dijadikan sebagai sarana mawas diri dan instrospeksi diri. Dengan demikian, setiap langkah perjalanan kehidupan Kabupaten Berau akan selalu bermakna bagi masyarakatnya, karena mampu memberikan jawaban atas persoalan kekinian serta responsif terhadap tantangan di hari mendatang.
"Kita berupaya merancang sebuah formula masa depan berlandaskan realita dan dinamika yang terjadi tanpa melupakan nilai-nilai dari para pendahulu," pungkasnya.
Penulis : Tri Romadhani
Editor : Bambang Irawan