“Khawatir karena sang anak berpotensi tertular, tetapi tidak bisa dipisahkan dari sang ibu karena masih dalam masa menyusui,” jelasnya, Senin (13/9/2021).
Ia melanjutkan, pihaknya memberikan edukasi kepada orangtua tentang bagaimana merawat anak di dalam ruang isolasi. Kemudian anak tersebut akan dilakukan pengecekan secara rutin agar perawat tahu kondisi terkini dari si anak.
“Tapi alhamdullilah tidak ada penularan karena orangtuanya sudah paham,” sambungnya.
Dikatakan Iswahyudi, karena penyebaran covid-19 bukan dari Air Susu Ibu (ASI), tetapi dari saluran pernapasan, sehingga pihaknya terus mengingatkan agar jangan sampai membuka masker saat dekat dengan anak. Karenanya, ada beberapa cara untuk meminimalkan penularan. Jika terpaksa harus menyusui langsung, maka wajib menggunakan masker.
“Sedangkan jika memungkinkan, memberikan ASI perah akan lebih dianjurkan,” tutur Iswahyudi.
Menurutnya yang justru bisa ditransmisikan melalui ASI adalah antibodi yang merupakan salah satu komponen kekebalan tubuh. Antibodi terbentuk ketika seseorang terinfeksi.
"Ibu sakit, kan dalam tubuhnya selain ada kuman sebenarnya badannya juga transfer untuk memproduksi antibodi. Biasanya ASI itu justru bisa saja mengandung antibodi terhadap virusnya itu. ASI pada saat meski ibunya dalam posisi terpapar Covid-19 masih boleh diberikan," jelasnya.
Dengan alasan itu pula, rekomendasi yang berlaku saat ini telah memperbolehkan ibu menyusui untuk mendapat vaksin Covid-19. Ia mengaku tidak banyak kasus ibu menyusui yang membawa anaknya ke ruang isolasi, selama ini hanya beberapa kasus saja yang dihadapi.
“Seingat saya tidak sampai lima kasus yang seperti itu,” pungkasnya.
Penulis : Tri Romadhani
Editor : Bambang Irawan