"Ini akan menjadi perhatian khusus. Untuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang serta Dinas Kesehatan," tambah Politikus Partai Persatuan Pembangunan ini. Ia mengatakan kualitas suatu bangunan tentu menjadi perhatian serius apalagi bangunan yang berkaitan dengan kesehatan. Jangan sampai karena asal-asal malah menimbulkan kerugian bahkan korban jiwa.
"Kualitas bangunan itu yang terpenting. Jangan sampai ke depannya ada timbul korban," jelasnya. Ia melanjutkan, untuk masalah plafon yang rusak di RS Pratama, Talisayan harus segera dilakukan perbaikan. Menurutnya, kejadian serupa juga pernah terjadi di beberapa Puskesmas. Sehingga kejadian ini juga akan menjadi bahan evaluasi untuk Puskesmas lainnya, agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.
"Jangan sampai sudah kejadian baru melapor. Ini harus segera diperbaiki. Fasilitas kesehatan sangat dibutuhkan. Kita harus detail terhadap fasilitasnya," katanya. Kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi mengatakan, penyebab ambruknya plafon tersebut dikarenakan tidak kuat menahan beban. Sehingga berjalannya waktu, plafon tersebut ambruk.
"Keberatan pemasangan gorden pembatas antar pasien ada kesalahan pasang, dibaut di plafon bukan di plat plafon, jadi ketarik plafonnya, yang lain ikut jatuh," jelasnya. Ia mengatakan, dari pihak kontraktor akan segera melakukan perbaikan. Ia mengatakan, plafon yang ambruk sebanyak empat buah. Namun, semua menjadi tanggungan kontraktor. "Itu bangunan lama, tapi kalau plafon baru direhab," pungkasnya.
Penulis : Tri Romadhani
Editor : Bambang Irawan