Dikatakan oleh Jimmy, pihaknya telah melakukan peninjauan langsung terhadap jembatan tersebut. Berdasarkan hasil peninjauan tersebut, kondisi kabel masih utuh sehingga dapat disimpulkan bahwa kabel hanya terlepas.
"Kabelnya telah diamankan agar tidak hilang, setelah kami lihat juga ternyata bukan kabel yang terputus tapi hanya terlepas dari angkur," jelasnya, Senin (30/8/2021).
Ia menjelaskan, pada kabel tersebut terdapat selongsong pelindung kemudian di dalamnya ada semacam plastik yang dikaitkan dengan angkur. Fungsinya sebagai pengaman yang jika jembatan tersebut dibebani lebih dari daya dukung, maka kabel tersebut akan terlepas.
"Memang saat phak kami menggali informasi dari warga setempat. Mereka mengaku sedang ada pembangunan di dalam kampung. Mungkin juga kurang kontrol terhadap lalulintas kendaraan pengangkut di atas jembatan sehingga hal itu terjadi," sambungnya.
Ia melanjutkan, pihaknya telah menghubungi pihak konsultan. Sehingga dari pihak konsultan akan melakukan pengukuran lebih terperinci untuk melihat deformasi pergeseran jembatan, setelah hasil dari konsultan keluar, kemudian akan disampaikan kepada kontraktor.
"Pada prinsipnya setelah berkomunikasi dengan kontraktor, mereka siap membantu perbaikan jembatan ini," jelasnya.
Jimmy mengaku, masih akan menginventarisir apa yang diperlukan untuk perbaikan, sehingga nantinya kontraktor bisa langsung bekerja melakukan perbaikan.
"Kalau tidak dipersiapkan terlebih dahulu takutnya nanti prosesnya akan berjalan lambat dan memerlukan waktu yang lebih lama," tuturnya.
Ia berharap, jembatan yang menjadi akses satu-satunya menuju Kampung Pulau Besing ini dapat segera diperbaiki agar perekonomian masyarakat dapat kembali berjalan dengan normal.
"Nah ini kami kan berharap jembatan ini secepatnya bisa difungsikan kembali," ucapnya.
Sebagai langkah antisipasi, pihaknya juga sudah menyarankan kepada pihak kampung untuk menghentikan sementara proses pembangunan di dalam kampung, dan meminta untuk membatasi lalu lintas kendaraan roda empat. Dari pihak kampung sudah membuat rambu, papan peringatan dan portal agar kendaraan roda empat tidak bisa melewati jembatan.
"Namun kami juga tidak membatasi apabila ada kendaraan yang prioritas seperti ambulans yang ingin lewat masih diperbolehkan," jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya terpaksa membatasi aktifitas diatas jembatan karena mencoba untuk menghindari deformasi jembatan.
"Kan jumlah kabel yang menopang ada 32, yang putus hanya satu, tapi kami menghindari terjadinya deformasi jembatan. Karena akan memerlukan perbaikan yang lebih besar lagi," pungkasnya.
Penulis : Tri Romadhani
Editor : Bambang Irawan