Perwira bintang satu di pundak ini menjelaskan, ada 300 dosis yang diberikan, berasal dari Polres dan kerjasama dengan Dinkes Berau. Untuk jenis vaksin yang diberikan yakni AstraZenecca dan untuk tahap kedua sendiri, direncanakan akan dilakukan dalam waktu tiga bulan mendatang. “Nanti kalau ada lagi vaksin yang datang, untuk Polres, akan diajukan lagi,” katanya.
Diketahui, jumlah warga binaan di Rutan Klas II B, Tanjung Redeb, mencapai 702 warga binaan. Dengan jumlah vaksinasi yang terbatas, Hariyanto mengatakan, akan dilakukan secara bertahap. Agar seluruh warga binaan dan petugas Rutan, bisa divaksin menyeluruh.
“Karena di Rutan, terdapat 700 lebih penghuni. Masih kurang 400 lebih. Karena selain penghuni rutan, pegawai dan keluarganya juga akan divaksin,” ucapnya. Dengan adanya vaksinasi ini, Hariyanto mengatakan, agar muncul kelompok yang bisa membentuk herd immunity. Jadi ke depannya, tidak ada yang terpapar Covid-19 lagi. “Itu harapan kita, bisa memutus mata rantai penularan Covid-19,” jelasnya.
Disinggung mengenai pelayanan hingga Standar Operasional Prosedur (SOP) di Rutan tersebut, Hariyanto mengatakan, untuk pelayanannya sendiri, hingga pembinaan, sudah sesuai dengan SOP yang berlaku.
Ia menjelaskan, hal ini berdasarkan, selama ia menjabat, belum pernah mendengar adanya kesalahan prosedur yang ia dapatkan. “Selama ini saya tidak pernah dengan, ada pembinaan yang negatif. Tugas pokoknya sudah dilaksanakan dengan baik,” bebernya.
Sementara, Kepala Rutan Klas II B, Tanjung Redeb, Puang Dirham menuturkan, saat ini warga binaan dan petugas yang divaksin mencapai 310 orang. Dengan begitu, presentase vaksinasi di Rutan baru mencapai 30 persen, dan masih minus 70 persen. Atau setara dengan 402 warga binaan yang belum mendapatkan vaksinasi.
“Dengan kekurangan yang ada, kita akan dapat bantuan dari TNI Polri, dan juga Dinkes Berau. Saat ini vaksinasi yang didapat ini, dari Polres Berau,” ujarnya. Ia melanjutkan, pemberian vaksinasi ini dilakukan secara gratis.
Para warga binaan menyambut dengan antusias, namun, pihak Rutan harus memeriksa kesehatan para warga binaan, untuk bisa divaksinasi. Selain itu, dari sekian banyak warga binaan, dilakukan seleksi untuk menerima vaksin tersebut.
“Prinsipnya, diberikan secara kepada sukarelawan. Siapa yang bersedia, dan antusiasnya cukup tinggi. Kita pilah, semuanya mau. Tapi kan dicek kesehatannya dahulu,” pungkasnya.
Penulis : Tri Romadhani
Editor : Bambang Irawan