Ia mencontohkan, pada lowongan di sektor usaha pertambangan lowongan yang dibutuhkan hanya 20 orang, namun jumlah pelamar mencapai 200 orang. Sedangkan pada sektor perkebunan kelapa sawit, ada 200 lowongan yang dibuka, tetapi hanya lima orang yang memasukan lamaran.
“Mungkin alasannya karena di kebun kelapa sawit itu kan pekerjaan yang memerlukan tenaga ekstra, sebenarnya untuk anak muda itu cocok karena memanen tenaganya masih kuat,” jelas Junaidi.
Namun Junaidi mengungkapkan, kendala pada sektor tambang adalah banyak perusahaan yang masih menggunakan sistem mutasi, sehingga serapan tenaga kerja lokal masih tergolong rendah. “Tetapi sudah kami surati jika ada lowongan sebisa mungkin menggunakan tenaga lokal dari Berau,” ucapnya.
Ia melanjutkan, dibanding dengan 2020, terjadi peningkatan tenaga kerja pada tahun 2021. Menurutnya hal tersebut terjadi karena pandemi Covid-19 sehingga banyak perusahaan yang tidak membuka lowongan, namun di 2021 telah banyak yang membuka lowongan.
Ia mengungkapkan, angka serapan pada 2021 masih tergolong rendah, karena per 32 Juli 2021 dari 1427 pelamar, hanya 374 orang yang diterima bekerja. “Ia masih pilih-pilih pekerjaan, yang paling favorit masih sektor pertambangan,” ucapnya.
Penulis : Tri Romadhani
Editor : Bambang Irawan