Dikatakan Madri, Pemkab Berau sudah sepatutnya memperhatikan anak korban dari pandemi Covid-19 yang orangtuanya meninggal dunia.
"Kita tidak bisa lepas tangan, ini musibah, harus ada kebijakan," ucap Madri, Selasa (24/8/2021)
Politikus Partai NasDem ini menuturkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial (Dinsos) bekerjasama melakukan pendataan, berapa yang menjadi yatim, atau piatu atau yatim piatu agar pemberian bantuan nantinya tepat sasaran.
"Kita tidak pernah tahu di Berau ini berapa anak yang ditinggalkan ayah atau ibunya kan. Maka dari itu, kami di DPRD siap mendukung pemberian bantuan tersebut," tuturnya.
Selain menjamin adanya bantuan, Madri juga berharap agar Pemkab serius memperhatikan pendidikan anak dari korban Covid-19. Ia menambahkan, jika perlu, anak-anak yang tidak mampu yang ditinggal oleh orangtuanya, bisa ditempatkan dan ditanggung biayanya oleh Pemkab, di panti asuhan atau bangun rumah khusus bagi mereka.
"Yang terpenting itu pendidikannya. Harus benar-benar diperhatikan," tegasnya.
Mantan Kepala Kampung Gurimbang ini menambahkan, memang saat ini kasus kesembuhan di Berau terus mengalami peningkatan dari pasien yang terkonfirmasi, namun tidak bisa menutup mata dari meningkatnya kasus kematian. Bahkan, tidak sedikit pasien yang isolasi mandiri juga harus meregang nyawa.
"Kita tidak bisa salahkan perawat juga. Mereka telah bekerja keras, sebagai garda terdepan. Kembali kepada kesadaran masyarakat," sambung Madri.
Ia berharap, agar pasien isolasi mandiri bisa mendapatkan bantuan sembako. Untuk meringankan beban, karena tidak bisa bepergian keluar mencari nafkah. "Ya, bantuan uang tunai atau minimal sembako untuk mereka. Saya yakin itu bisa membantu meringankan beban mereka," pungkasnya.
Penulis : Tri Romadhani
Editor : Bambang Irawan