“Untuk di rumah dinas maksimal 10 bed tetapi baru terisi enam bed, untuk di SMPN 1 kami baru mempersiapkan tempatnya saja,” ucapnya, Minggu (15/8/2021). Untuk saat ini pengadaan isoter dilakukan secara swadaya dan mengandalkan anggaran yang tersedia pada Satgas Covid-19 kecamatan.
Terkait arahan Bupati agar perusahaan turut membantu penanganan Covid-19 di Kecamatan, Senin (16/8/2021) mendatang akan menyampaikan kebutuhan isoter yang dibutuhkan.
“Kami akan tindaklanjuti ke perusahaan dan menyampaikan apa saja yang dibutuhkan, seperti tabung oksigen, obat-obatan dan termasuk kebutuhan makanan selama pasien berada di tempat isolasi,” bebernya.
Dikethui Kecamatan Segah masuk dalam zona merah dengan total pasien dalam perawatan sebanyak 92 orang per tanggal 14 Agustus 2021. Tri mengungkapkan, kebutuhan yang mendesak bagi warganya saat ini adalah vaksin, karena baru enam persen warganya yang menerima vaksin Covid-19.
“Selain itu kebutuhan obat-obatan di Puskesmas perlu ditambah dan sembako bagi masyarakat yang sedang menjalani isolasi mandiri,” sambungnya. Ia juga meminta kepada seluruh kepala kampung untuk meningkatkan kembali pengawasan kepada warganya dan segera melapor kepada petugas kesehatan apabila ada warganya yang baru pulang dari luar kota.
“Begitupun juga dengan perusahaan yang karyawannya baru pulang dari luar wilayah Kabupaten Berau untuk melapor ke petugas puskesmas untuk mencegah penyebaran Covid-19 semakin meluas,” tuturnya.
Ia berpesan kepada warga Kecamatan Segah untuk selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam beraktivitas. “Saya berharap kerjasama dari semua pihak untuk bersama menekan penyebaran Covid-19 khususnya di Kecmatan Segah,” Pungkasnya.
Penulis : Tri Romadhani
Editor : Bambang Irawan