“Kesimpulannya kami mengajak semua perusahaan yang ada untuk bersinergi mengatasi Covid-19 dengan menunjukan kepeduliannya kepada masyarakat terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) walaupun di luar dari lingkar perusahaan,” jelasnya.
Ia melanjutkan program bantuan perusahaan juga termasuk pengadaan lokasi Isolasi Terpadu (Isoter) di seluruh kecamatan.
“Program yang mewajibkan tiap kecamatan memiliki tempat Isoter bisa terlaksana dengan bantuan dari perusahaan. Kemudian setiap bulan kami meminta kepada perusahaan untuk membantu masyarakat dan UMKM terdampak,” sambungnya.
Ia menambahkan, saat ini ada kecamatan yang belum memiliki lokasi Isoter, sehingga orang nomor satu di Kabupaten Berau ini meminta jika wilayah tersebut masuk kedalam ligkar perusahaan maka harus langsung dibantu, tetapi jika di luar lingkar perusahaan dapat melalui Pemda.
“Dari perusahaan mereka tidak bisa menolak, karena itu wajib,” tegasnya.
Bupati perempuan pertama di Kabupaten Berau ini menuturkan, bantuan kepada masyarakat bisa berupa dana langsung yang nantinya melalui Pemda akan menyalurkan kepada masyarakat Berau. Ia melanjutkan, dana tersebut akan disalurkan oleh pemda berupa bantuan sosial baik dalam bentuk sembako maupun obat-obatan dan keperluan lainnya untuk menunjang penanganan Covid-19
“Saya minta satu pintu, supaya rapi dan terdata sehingga nantinya tidak tumpang tindih,” pungkasnya.
Penulis : Tri Romadhani
Editor : Bambang Irawan