Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Berau, Iswahyudi menjelaskan, nakes di Bumi Batiwakkal belum satupun yang mendapat vaksin dosis ketiga.
Saat ini pihaknya sedang melakukan pendataan kepada seluruh nakes untuk memberikan vaksin tambahan yang ditargetkan akhir Agustus 2021 proses pendataan tersebut telah selesai sehingga pada awal September dapat dilakukan vaksinasi kepada para nakes tersebut.
“Harapannya bulan depan sudah bisa dilakukan penyuntikan booster,” kata Iswahyudi kepada korankaltim.com Jumat (6/8/2021) hari ini.
Hingga kini vaksinasi kepada masyarakat di Berau masih rendah. Untuk vaksin tahap pertama baru mencapai 17,1 persen, sementara untuk tahap kedua mencapai 11 persen.
"Itu sudah termasuk tenaga kesehatan, para pelayan publik, lansia, maupun masyarakat umum" papar Iswahyudi.
Rendahnya angka vaksin di Berau tidak terlepas dari minimnya kuota vaksin yang diterima melalui pusat sehingga jika dibandingkan dengan skala nasional, angka tersebut sebenarnya masih normal-normal saja.
"Sebenarnya bukan hanya di Berau saja yang presentasinya masih rendah, di daerah lain diluar pulau Jawa juga masih kisaran belasan persen saja," sebutnya.
Saat ini ketersediaan vaksin di tingkat nasional masih sangat minim, hal tersebut tentu berdampak pada minimnya kuota vaksin yang sampai kepada daerah, termasuk Berau.
Mengingat status Berau yang saat ini termasuk wilayah yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, sehingga ia mengatakan pihaknya telah melaporkan ke pusat untuk mendapatkan prioritas vaksin.
"Sudah kami sampaikan, di pusat juga sudah menanggapi, tapi sampai hari ini belum bisa dapat banyak kiriman, karena memang stok di pusat cuma sedikit," tutup Iswahyudi.
Penulis : Tri Romadhani
Editor: Aspian Nur