"Datanya ada, tapi belum kelar memilah. Kami belum bisa memperkirakan berapa persen karena masih pendataan," kata Iswahyudi kepada KoranKaltim.com Rabu (4/8/2021).
Mengantisipasi anak-anak agar tidak tertular maka saat orangtua sakit, agar cepat sadar dan pakai masker, menjauh dari anak.
"Jangan selalu berpikiran lain. Misalnya dia batuk pilek, jangan beranggapan tidak apa-apa. Karena takut dibilang Covid, tetap saja dekat anak dan cium anak. Saat flu sebaiknya langsung pakai masker," ujarnya.
Dari segi kesehatan anak-anak tidak rentan terkena justru orang dewasa yang banyak beraktivitas diluar rumah yang lebih rentan.
Tingkat keparahan anak-anak ringan, karena memiliki imun yang tinggi, tapi tidak menutup kemungkinan ada gejala berat.
"Karena anak-anak tidak memiliki pikiran macam-macam. Itu yang membuat imunnya tinggi. Sedangkan kita yang dewasa, begitu ken sudah kepikiran macam-macam," ungkap Iswahyudi.
Terkait dengan vaksinasi untuk anak. Dinkes Berau belum menerima arahan untuk memberi vaksin kepada anak yang berusia dibawah 12 tahun. Tetapi vaksin anak diatas 12 tahun saat ini sudah berjalan.
"Karena vaksinya belum ada. Kami lebih selektif dalam memilih, misal ada anak yang sekolah atau masuk pesantren itu yang kami dulukan. Jumlahnya baru 24 anak berusia 12-17 tahun yang kami vaksin. Pada dasarnya sudah boleh. Untuk di bawah 12 tahun belum ada instruksi," tutup Iswahyudi.
Penulis : Tri Romadhani
Editor: Aspian Nur