Ia menuturkan, puncak musim panas berpengaruh pada kekeringan lahan. Sumber air yang terserap, membuat tanaman menjadi kering. Sehingga menyebabkan hutan dan lahan sangat sensitif untuk terbakar.
“Bukan tidak mungkin, seluruh lahan berpotensi terbakar. Untuk Berau, ada lima titik api yang terpantau yakni di Biatan, Gunung Tabur, Segah dua lokasi dan Teluk Bayur,” bebernya.
Ia mengingatkan kepada warga, apabila membuka lahan agar tidak melakukan pembakaran. Agar tidak terjadi Karhutla dan meluas. Hal ini bisa diperparah dengan kondisi musim kemarau saat ini.
“Semua berkemungkinan. Jika hendak buka lahan sebaiknya dengan cara tradisional saja,” sambungnya.
Sementara itu, Menurut Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan dan Logistik, BPBD Berau, Azkar telah terjadi kebakaran lahan di Berau, tepatnya di Kampung Labanan Makmur, dan Kampung Labanan Makarti, Kecamatan Teluk Bayur pada Kamis (29/7/2021) sekira pukul 14.00 Wita. Mendapat informasi tersebut, tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau melakukan pemadaman.
“Kami menurunkan empat unit truk serta satu unit mobil pemadam kebakaran dari perusahaan sawit dilokasi terdekat. Areanya cukup luas. Dua lokasi ini kurang lebih tiga hektare yang terbakar,” bebernya.
Ia melanjutkan, lahan yang terbakar adalah lahan gambut, sehingga api dengan cepat membesar. Pihaknya bersama dengan personil TNI Polri melakukan pemotongan dan penyiraman agar api tidak menyebar ke mana-mana.
“Kami khawatirkan akan muncul kembali titik api,” ujarnya.
Penulis : Tri Romadhani
Editor : Bambang Irawan