Ia mengungkapkan, saat ini pihaknya telah memperbaiki proteksi generator XR di PLTU unit 2.
“Tadi jam 2 pagi sudah sempat beroperasi, tapi masih belum sempurna. Saya memohon maaf atas pelayanan kami yang belum maksimal,” bebernya.
Pihaknya hingga saat ini sedang berusaha memperbaikinya. Ia juga menuturkan, pihaknya bersama dengan Pemkab Berau terus bersinergi untuk percepatan pernormalan kembali kondisi gangguan ini.
"Jadwal yang kami buat sebenarnya sudah sesuai dengan beban daya agar tidak terjadi kerusakan yang semakin parah. Untuk jadwal sendiri, dibagi oleh pihaknya menjadi lima sesi dan pemadaman berlangsung hingga 4-5 jam," sambungnya.
Ia menjelaskan, jika pemadaman listrik terjadi di luar jadwal tertera, maka hal tersebut disebabkan oleh faktor gangguan force majeur ataupun hal yang tidak dapat diprediksi.
“Kami mohon doa masyarakat supaya perbaikan bisa berhasil dan segera beroperasi kembali,” pungkasnya.
Sementara itu, salah satu pemilik toko kue di jalan Mangga III Kecamatan Tanjung Redeb, Opie (37) menjelaskan sejak kemarin tidak bisa membuat beberapa pesanan lantaran listrik mati hingga tiga kali. Bagi dia itu tidak adil lantaran dit tengah Pemberlakuan Pembatasa Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, aktifitas tokonya juga sangat terbatas lantaran hanya diperbolehkan buka hingga pukul pukul 20.00 Wita.
“Saya bolak balik kabarin pelanggan untuk merubah jadwal ambil kue, ada juga yang cancel karena belum selesai pas ada deadline,” ungkapnya.
Ia merasa sangat dirugikan dengan hal tersebut, dia banyak mendapatkan komplain dari para pelanggan. Apalagi belum ada peringatan sebelumnya dan mati mendadak.
“Merasa rugi sih saya, kemarin sudah pemadaman, hari ini tempat saya juga ada di jadwal pemadaman, harus terbatas kerja saya, kan bikin olahan enggak manual. Mudah-mudahan alat saya enggak korslet,” terangnya.
Penulis : Tri Romadhani
Editor : Bambang Irawan