Tidak hanya sebagai salah satu cara menekan angka laka lantas, tindakan Kapolres ini juga menjadi bentuk pelayanan kepada masyarakat. “Ini juga menjadi bentuk nyata semboyan Polri, yaitu Melindungi, Mengayomi dan Melayani masyarakat. Nah ini bagian dari Melindungi. Kita ingin masyarakat lebih nyaman saat berkendara, karena lubang-lubang ini cukup berbahaya bagi pengendara,” ujar Pramuja usai mengecor lubang di dekat Jembatan Kembar, Jalan Jalur Dua Perkantoran Pemkab-Kampung Sumber Sari.
Kapolres tidak sendirian, dia ditemani Wakil Kapolres, Kompol Slamet Ramelan dan sembilan personel Satuan Lalu Lintas. Dengan mobil molen pengaduk semen, beberapa titik jalan berlubang ditambal dengan adukan pasir dan semen secara manual.
Memegang sekop, Kapolres dan Wakapolres mengisi lubang dan meratakan, agar semen tidak lebih dari permukaan jalan aspal. “Jangan sampai ada korban jiwa, baru kita sibuk memperbaiki. Apa yang bisa kita lakukan untuk melayani masyarakat, ya kita laksanakan,” imbuh Pramuja.
Diakui sejumlah warga yang melintas, aksi polisi mengecor jalan berlubang sebuah tindakan yang patut dipuji. “Jalan di sini kelihatannya mulus, jadi kita biasa melaju kencang. Tapi karena mulus, tidak sadar ada lubang. Nah, disitulah bisa celaka.
Kalau jalan sudah rusak, kan kita pasti pelan-pelan. Salut juga, polisi kok mau ngecor jalan ya,” ujar Paulus Santi, warga Kampung Sumber Bangun, Kecamatan Barong Tongkok.(imr)