Ada 6 poin utama menurut Sri Juniarsih terkait arahan Presiden pada saat Rakornas Karhutla beberapa waktu lalu yang perlu dipedomani dalam penanggulangan.
"Seperti upaya pencegahan, pengawasan yang melibatkan semua unsur, solusi permanen dalam upaya pencegahan, penataan ekosistem gambut dalam kawasan hidrologi, tidak membiarkan api membesar dan sulit dikendalikan hingga penegakan hukum harus dilakukan tanpa kompromi," kata Sri.
Penyebab kebakaran hutan dan lahan 90 persen adalah akibat ulah manusia, baik yang dilakukan secara sengaja maupun akibat kelalaian. Kendati demikian, faktor alam juga turut mendukung dalam penyebab terjadinya kebakaran hutan dan lahan, seperti kemarau panjang dan terjadinya gejala El Nino. "Kita harus betul-betul siap siaga menjaga dan mengamankan kawasan hutan dari bahaya kebakaran hutan dan lahan," tegasnya.
Apel Siaga Karhutla yang dihadiri juga oleh Wakil Bupati Berau Gamalis, Ketua DPRD Madri Pani, Kapolres AKBP Anggoro Wicaksono, Dandim Letkol Inf Fardin Wardhana serta jajaran kepala OPD di Berau ini secara umum juga bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran mayarakat terhadap dampak yang diakibatkan oleh kebakaran hutan dan lahan, sehingga tumbuh kepedulian untuk ambil bagian dalam upaya pencegahan Karhutla.
"Pengendalian kebakaran hutan dan lahan adalah tanggung jawab semua pihak, baik pemerintah, masyarakat maupun swasta," tegas Sri Juniarsih
Penulis : Tri Romadhani
Editor: Aspian Nur