Lurah Gunung Tabur, Lutfi Hidayat menuturkan, untuk penanganan Covid-19 di wilayahnya, pihaknya senantiasa menggunakan cara gotong royong yang melibatkan seluruh elemen mulai dari aparat kelurahan hingga masyarakat.
"Kami selalu menggunakan kearifan lokal, yakni budaya gotong royong dalam mencegah penularan Covid-19," tuturnya.
Ia mengaku sempat kesulitan sebab wilayah Gunung Tabur yang cukup luas, namun kegiatan di lapangan seperti melaksanakan penyemprotan disinfektan secara massal dapat terlaksanan dengan baik berkat kerjasama dengan Danramil serta unsur pemerintahan hingga karang taruna.
"Untuk cairan disinfektan, bisanya kami lakukan penyaluran ke pengurus masjid untuk bersama dengan masyarakat melakukan penyemprotan," sambungnya.
Ia mengungkapkan, sejak awal menyebarnya Covid-19 sebanyak 174 warga Kelurahan Gunung Tabur telah terpapar. Namun saat ini hanya tersisa satu orang yang masih dirawat di RSUD Abdul Rivai.
"Sejak 2019 ada dua warga kami yang meninggal dunia akibat Covid-19," ucapnya.
Dikatakan Lutfhi banyak kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang ada di Kelurahan Gunung Tabur berasal dari klaster perusahaan.
"Jadi para pekerja yang mendapat cuti pulang kampung kembali bekerja dengan membawa virus. Untuk mengatasi penyebaran semakin meluas kami memberikan stiker pada rumah yang penghuninya sedang melakukan isolasi mandiri, sehingga tetangga atau keluarga dapat mengurangi kontak langsung dengan orang tersebut," jelasnya.
Terkait Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, Lutfi mengaku pihaknya telah mengimbau para pemilik rumah makan untuk membatasi jumlah pengunjung yang makan di tempat dan mengingatkan untuk selalu patuh pada Protokol Kesehatan (Prokes).
"Karena di wilayah kami banyak yang memiliki warung makan, sehingga terus mengingatkan untuk terus menerapkan Prokes. Kami ingin mengedukasi bahwa penanganan covid tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah ," bebernya.
Sementara itu, Danrem 091/ASN, Brigjen TNI Cahyo mengapresi langkah yang telah diambil oleh Pemerintah Kecamatan Gunung Tabur dengan melibatkan seluruh unsur terkait dalam penanganan Covid-19.
"Hal yang sudah dilaksanakan tetap dilanjutkan, itu sudah bagus," tegasnya.
Ia menegaskan, untuk kedepannya agar dapat lebih memberikan imbauan kepada pihak yang seharusnya berkontribusi, seperti ada klaster perusahaan maka bisa lebih ditekankan ke perusahaan terkait sehingga tumbuh kesadaran penanganan covid ini bukan hanya tanggung jawab aparat.
"Jika ada kendala kedepannya harap langsung lapor berjenjang. Lanjutkan sinergitas ini," tandasnya.
Penulis : Tri Romadhani
Editor : Bambang Irawan