Kepala DPMK Berau, Ilyas Natsir menuturkan, pemilihan serentak ini tersebar di sembilan kecamatan. Dengan pembagian, Kecamatan Kelay dua kampung, Segah dua kampung, Gunung Tabur enam kampung, Maratua dua kampung, Sambaliung lima kampung, Biatan empat kampung, Talisayan tiga kampung, Batu Putih dua kampung, dan Biduk-biduk dua kampung.
"Sosialisasi ini akan disampaikan kebijakan Pemkab Berau dalam Pilkakam, pencegahan politik uang, pelaksanaan Pilkakam di masa Pandemi, tahapan Pilkakam, dan laporan pertanggungjawaban keuangan kampung," bebernya.
Sementara itu, Wakil Bupati Berau, Gamalis menjelaskan, pemerintahan desa merupakan ujung tombak roda pembangunan daerah. Keberhasilan pembangunan di desa bakal bersampak positif dengan pembangunan daerah.
"Kemudian dari sisi masyarakat poin pentingnya, dalam era ekonomi pemerintahan desa semakin transparansi baik dalam pengelolaan pemerintahan dan keuangan desa," jelasnya.
Orang nomor dua di Kabupaten Berau ini juga mengingatkan agar pelaksanaan Pilkakam bisa dijalankan dengan penerapan protokol kesehatan. Mulai dari tahapan awal hingga penerapan nantinya.
"Antisipasi klaster baru, tidak fokus pada mekanisme dan regulasi tapi moralitas dan keselamatan masyarakat," ucapnya.
Politikus Partai Persatuan Pembangunan ini menjelaskan, saat ini desa merupakan daerah istimewa dengan otonomi desa. Hal ini pun berdampak dalam pelayanan publik dengan memperpendek alur birokrasi.
"Dengan segala kepentingan tersebut sehingga diperlukan sumber daya manusia di pemerintahan kampung yang unggul dan profesional. Karena saat ini tugas kepala desa mirip dengan kepala daerah," tandasnya.
Penulis : Tri Romadhan
Editor : Bambang Irawan