Program kesehatan merupakan prioritas, terlebih jika melihat kondisi RSUD Abdul Rivai yang perlu mendapatkan pengganti lebih baik. Menurutnya, dibanding mencanangkan program lain, rumah sakit tipe B lebih penting untuk dikejar oleh pemkab.
“Memang tidak mudah tapi prioritas itu bisa digarap bertahap sambil mencari SDM (sumber daya manusia) yang memumpuni untuk mengisi bangunan rumah sakit tipe B nantinya. Pihak direktur RSUD pun pernah memaparkan skema beasiswa khusus dokter spesialis yang nanti akan mengisi kebutuhan rumah sakit tipe B itu,” papar Waris.
Politisi Partai Demokrat ini mengatakan, untuk pembangunan fisik rumah sakit tipe B setidaknya dibutuhkan anggaran sebesar Rp300 miliar. Dalam hal itu, pihaknya tidak berharap semua berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), namun bisa bersumber dari anggaran luar.
Hal ini tidak sulit karena Pemkab Berau saja bisa membangun Bandara Kalimarau yang menghabiskan anggaran sebesar Rp400 miliar. “Percuma Berau punya bandara dan pasar yang bagus, tapi sarana penting seperti rumah sakit ini tidak bisa diperjuangkan,” jelasnya.
Karena saat ini isu kesehatan menjadi nomor satu terlebih saat Covid-19 mewabah, diharapkan Pemprov Kaltim juga Pusat bisa menaruh perhatian terhadap wacana pembangunan rumah sakit Tipe B tersebut. “Ini bukan kepentingan politik, masyarakat Berau sangat perlu. Jangan sampai masyarakat harus pergi ke luar Berau untuk dapat penanganan yang lebih baik,” tutup Waris.
Penulis : Tri Romadhani
Editor: Aspian Nur