“Iya korban rata-rata takut untuk melapor,” tuturnya. Ia mengatakan, pihaknya telah memberikan pemahaman baik di sekolah maupun di kampung-kampung dan bekerjsama dengan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KB3A) Berau.
“Tahun ini saja, sudah ada empat kasus yang kami tangani,” ujarnya. Lebih lanjut, Siswanto mengatakan, korban kerap mengalami trauma berkepanjangan, bahkan korban kerap kali menjadi seorang yang pendiam. Ia mengungkapkan, seharusnya korban berani bercerita agar rentetan kasus bisa terselesaikan.
Ia juga menegaskan, orangtua berperan aktif dalam menjaga anak. Terlebih diera modernisasi seperti saat ini, nyaris seluruhnya bisa diakses dengan menggunakan smartphone. “Pengawasan orangtua tentu menjadi hal mutlak yang dilakukan, apalagi diera saat ini,” ucapnya.
Ia menjelaskan, korban yang masih usia SD dan SMP kerap kali tutup mulut karena takut diancam oleh pelaku, sehingga kejadian sudah berlangsung berkali-kali, korban hanya diam. Ia menegaskan, bahwa banyak dari pelaku merupakan orang dekat dari korban. “Yang seharusnya menjadi pelindung korban, malah menjadi predator,” jelasnya.
Siswanto mengatakan, kasus kekerasan seksual terhadap anak tidak bisa dipandang sebelah mata, peran lingkungan sekitar, pengawasan orangtua, dalam melakukan pengawasan pergaulan anak menjadi hal yang sangat vital. Dimana, awal mula terjadi pelecehan seksual tidak jauh dari lingkung pergaulan.
“Tidak jarang, dalam pergaulan, terdapat aktifitas yang mengarah ke pelecehan seksual, yang justru tidak disadari oleh korban,” lnjutnya. Ia menegaskan, perlu orangtua memberikan pemahaman kepada anaknya, mengenai pembelajaran seksual. Agar anak paham, mana yang baik dan buruk.
Disisi lain, Ia mengatakan, korban dari pelecehan seksual akan mendapatkan penanganan psikologi dari DP2KB3A, dan juga ada yayasan miliknya yang siap menampung korban. “Saya siap menyekolahkan mereka, memberikan pendampingan. Saya ingin, anak-anak ini tetap memiliki masa depan,” tandasnya.
Penulis : Tri Romadhani
Editor : Bambang Irawan