"Pertama mendapat kabar dari pengendara, pertama kami mengira orang membakar ban, namun setelah diperiksa, api berasal dari dalam bangunan. Kami sudah mencoba membuka paksa pintu warung namun tidak berhasil," jelasnya.
Ia melanjutkan, Api pertama kali terlihat pada pukul 09.30 Wita namun petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi pada pukul 10.00 Wita. Sehingga warga terpaksa melakukan pemadaman secara manual.
"Pertama api terlihat dari warung makan, namun karena pemadam tak kunjung datang, api sempat merambat ke bangunan dibelakang yang berfungsi sebagai gudang toko sembako dan bangunan di samping yang berfungsi sebagai rumah huni," sambungnya.
Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Askar mengatakan, pihaknya langsung bergerak cepat menuju TKP kebakaran setelah menerima laporan dari warga. Ia mejelaskan, pihaknya menurunkan tujuh unit mobil pemadam dalam kejadian kali ini.
"Pertama kami langsung menurunkan dua unit dari mako, lalu dari posko Tanjung Redeb, Teluk Bayur dan Gunung Tabur juga dikerahkan untuk membantu," tuturnya.
Dikatakan Askar, kendala yang dihadapi yakni timnya harus mengambil jalan memutar karena terdapat portal yang menyebabkan unitnya tak dapat lewat. Sehingga pihaknya tiba lebih lama dari waktu yang seharusnya.
"Kami punya SOP berapa menit persiapan setelah mendapatkan informasi, tapi karena ada portal yang menghalangi unit kami, jadi petugas terpaksa ambil jalan memutar," pungkasnya.[]
Penulis : Tri Romadhani
Editor : Rusdi