Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Berau, Murjani menuturkan, pembelajaran tatap muka akan mulai diberlakukan pada 13 Juli mendatang. Dengan catatan, wilayah kecamatan atau kampung tempat sekolah tersebut berada dalam zona hijau, serta seluruh pegawai di sekolah baik tenaga pengajar hingga penjaga sekolah telah menerima vaksin Covid-19.
“Intinya harus telah menerima vaksin dan Protokol Kesehatan (Prokes) harus dilakukan dengan ketat,” bebernya.
Dikatakan Murjani, pihaknya telah mendata sekolah – sekolah yang telah siap melaksanakan PTM.
Ia menuturkan, saat ini sekolah yang berada di enam kecamatan zona hijau telah siap melaksanakan pembelajaran tatap muka.
“Saya berharap semoga di Ibukota Kecamatan Tanjung Redeb segera menjadi zona hijau sehingga dapat diberlakukan sekolah tatap muka,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi menjelaskan, pada zona kuning atau merah jika ingin tetap dilakukan pembelajaran tatap muka maka harus melakukan persiapan yang cukup, bahkan ia menegaskan harus dilakukan simulasi terlebih dahulu.
“Harus simulasi dulu, dilihat bagaimana sekolah dalam melakukan prokesnya,” bebernya.
Ia mengatakan, jika prokes sudah bisa dijamin tanpa pelanggaran, kesiapan peralatan juga sudah lengkap, orangtua mampu menjaga, serta siswa yang kooperatif maka ia menilai tidak ada masalah jika melakukan pembelajaran tatap muka.
“Yang jelas Prokes paling utama,” tegasnya.
Untuk proses vaksinasi tenaga pengajar, ia menerangkan, dari kurang lebih 5.000 guru yang ada di Kabupaten Berau, 2.850 guru telah menerima vaksin Covid-19. Hingga saat ini pihaknya terus berupaya melakukan vaksinasi pada sasaran prioritas yakni tenaga pengajar dan lansia.
“pada tahap awal kita menggunakan metode perwakilan, tapi saat ini kita fokuskan untuk memvaksin persekolah, jadi setiap sekolah kita habiskan seluruhnya harus divaksin lalu pindah ke sekolah lain,” jelsanya.
Ia mengaku, kendala yang ditemui adalah masih adanya orang yang tidak berani menerima vaksin ataupun sedang dalam kondisi sakit, tetapi ia tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut dan tetap melakukan edukasi tentang pentingnya vaksin.
“Hingga saat ini telah 50 persen tenaga pengajar telah divaksin,” pungkasnya.
Penulis : Tri Romadhani
Editor : Bambang Irawan