"Kami sudah lakukan dengan meratakan seluruh badan jalan yang ada di lokasi tersebut," ungkapnya Kamis (27/5/2021). Adapun penanganan yang bersifat berkelanjutan atau jangka panjang, yaitu dengan mengembalikan kerusakan aspal dengan konstruksi semula, pada dasarnya pihaknya telah mengajukan di setiap pengajuan anggaran tahunan.
"Cuma karena keterbatasan anggaran itu belum dapat dilakukan penanganan secara permanen untuk tahun ini, tetapi untuk anggaran tahun depan akan kami ajukan lagi," Jelasnya.
Selain Jalan poros tersebut, beberapa titik kerusakan lainnya seperti di penghubung Jalan poros Kampung Tanjung Perangat dengan Sukan, itu juga pihaknya akan mengupayakan agar tahun 2022 dapat dilakukan penanganan.
Sementara itu, salah seorang warga Kampung Gurimbang, Badrun menjelaskan jalan poros Kampung gurimbang menuju Kampung Bangun, kerusakannya dari hari ke hari semakin parah, banyaknya titik jalan yang berlubang sehingga cukup mengganggu pengendara saat melintasi di lokasi tersebut.
Ia menuturkan, penanganan hanya ditambal menggunakan tanah dan kerikil sangatlah tidak efektif dan bertahan lama. "Apalagi saat musim hujan, itu jalannya licin dan berlumpur, belum lagi saat kering lumpur tersebut menjadi debu yang mengganggu pengendara," ujarnya
Disebutkannya, akses jalan poros tersebut merupakan akses utama penghubung tiga kampung yang ada di Kecamatan Sambaliung yaitu Kampung Gurimbang, Tanjung perangat, dan Sukan.
Sehingga jalan tersebut sangat mempengaruhi kelancaran aktivitas ekonomi dan keseharian masyarakat di tiga Kampung tersebut. "Kami berharap agar pemerintah dapat memberi perhatian lebih, apalagi bagi kami warga kampung yang memiliki aktivitas atau pekerjaan keseharian yang ada di Tanjung Redeb," pungkasnya.
Penulis : Tri Romadhani
Editor : Bambang Irawan