Curah hujan di Bumi Batiwakkal dipastikan menurun dalam 10 hari ke depan karena sudah memasuki musim peralihan, dari musim penghujan menuju kemarau Hal itu terlihat dengan curah hujan yang terpantau sudah mulai berkurang.
“Berdasarkan prakiraan, bulan depan sudah memasuki musim kemarau. Tapi BMKG tetap akan memantau perubahan iklim yang sewaktu-waktu dapat berubah,” kata Suryadi.
BMKG akan terus melakukan pemantauan dan mengantisipasi cuaca buruk yang dapat berubah kapan saja, sehingga peringatan dini untuk potensi bencana seperti banjir, tanah longsor dan gelombang tinggi dapat segera diumumkan.
“Banjir di empat kecamatan pada beberapa pekan lalu akibat hujan curah hujan yang tinggi didaerah hulu, sehingga membuat sungai kelay dan segah meluap,” sambungnya.
Saat ini memang ada gangguan yang namanya Madden Julian Oscillation (MJO), jadi pantauan pada tanggal 23 mei terakhir itu berada dikuadran 5, sehingga MJO itu adalah fenomena perambatan awan kovektif ke arah timur dengan kecepatan lima meter/detik di sepanjang wilayah equator.
“Ada pergerakan menuju maritim kontinen kemudian Samudra Hindia dan kembali lagi ke Samudra Pasifik itu bila daerah yang dilewati biasanya berpengaruh terhadap curah hujan atau menambah curah hujan,” paparnya.
“Hingga saat ini BMKG Berau tetap mengantisipasi dan tetap siaga di masa cuaca yang tidak menentu,” tutupnya.
Nama : Tri Romadhani
Editor: Aspian Nur