“Hari ini pelaksanaan vaksin yang diutamakan adalah purnawirawan dan personel yang jumlahnya 100 orang,” jelasnya
Ia melanjutkan, dari 100 orang tersebut, 50 orang adalah purnawirawan dan sisanya berasal dari personel Artileri Medan (Armed) 18/105 Berau.
“Dari seratus dosis, purnawirawan sekitar setengahnya, lalu setengahnya lagi prajurit Armed yang belum mendapat vaksin Sinovac,” tuturnya.
Dikatakan Garna, ada perbedaan antara vaksin Sinovac dan AstraZeneca, interval waktu yang dibutuhkan vaksin AstraZeneca antara penyuntikan pertama dan penyuntikan kedua selama tiga bulan. Ia menuturkan untuk penambahan vaksin masih harus menunggu arahan dari pusat.
“Sementara kita menunggu saja, dan ini rentangnya untuk vaksin kedua sekitar 12 minggu,” bebernya.
Ia mengungkapkan, untuk efek yang diterima pasca menerima vaksin AstraZeneca sama dengan yang efek yang disebabkan vaksin Sinovac.
“Ia hampir sama saja” kata Garna.
Garna menuturkan, vaksin AstraZeneca yang dihentikan sementara karena sedang dilakukan uji toksisitasnya adalah jenis CTMAV547, sedangkan selain itu aman digunakan dan didistribusikan ke seluruh Indonesia.
“vaksin yang digunakan adalah AstraZeneca dengan jenis CTMAV551, kalau yang kemarin dihentikan sementara kan CTMAV547, tetapi masyarakat hanya mengerti AstraZeneca saja, padahal banyak jenisnya,” tuturnya.[]
Penulis : Tri Romadhani
Editor : Rusdi