BKSDA Berhasil Selamatkan Satwa Dilindungi dari Lokasi Banjir Berau
2 menit baca463 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Kantor Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Berau, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim berhasil mengamankan satu ekor Owa Kalimantan yang dipelihara oleh warga. Kepala BKSDA SKW I Berau, Dheny Mardiono menyebut, satwa liar itu berhasil diselamatkan dari rumah warga terdampak banjir di Kampung Tumbit Melayu, Kecamatan Sambaliung.
“Kami berhasil menyelamatkan satu ekor satwa Owa-owa kalimantan tersebut berdasarkan informasi warga,” beber Dheny, Kamis (20/5/2021).
Ia menjelaskan, pihaknya setelah mendapat laporan dari masyarakat langsung bergerak menuju lokasi yang dimaksud pada Rabu (19/5/2021) untuk melakukan evakuasi. Ia mengatkan owa-owa yang diselamatkan masih berupa anakan yang berusia kurang dari satu tahun.
“Pada saat kawan-kawan BKSDA SKW I datang menemui pemilik lalu menjelaskan bahwa owa-owa adalah salah satu satwa dilindungi, kemudian pemilik mengerti dan menyerahkan satwa tersebut secara sukarela,” ungkapnya.
Sambungnya, owa-owa yang sudah diselamatkan selanjutnya dibawa menuju kandang transit yang berada di Kantor BKSDA SKW I Berau. Selama berada dalam kandang transit owa-owa mendapat pemeriksaan serta pengawasan rutin dari dokter hewan.
“Sementara dilihat bagaimana makannya, prilakunya, kesehatannya untuk selanjutnya jika memungkinkan akan dilepasliarkan, namun apabila tidak bisa maka akan dilakukan rehabilitasi terlebih dahulu,” tuturnya.
Ia menambahkan, kondisi kandang awal nampak tidak layak karena hampir terendam oleh air banjir. Ia menduga, satwa tersebut sudah lama dipelihara oleh manusia karena prilakunya yang jinak dan sangat ramah dengan manusia.
“Owa-owa tersebut pada saat datang terlihat jinak sekali dengan manusia, kemudian Nampak dehidrasi karena mungkin panas di lokasi awalnya,”jelasnya.
Selanjutnya, ia menuturkan, rencananya owa-owa tersebut akan dilepasliarkan di hutan di kawasan Kbupaten Berau, tetapi kemungkinan dibutuhkan waktu yang cukup panjang sebelum satwa tersebut dapat dilepasliarkan kembali.
“Karena sangat jinak, jadi kita butuh observasi lebih lama,” sambungnya.
Dheny menjelaskan, jika diperlukan rehabilitasi, maka pihaknya akan mengirim owa tersebut ke pusat rehabilitasi khusus owa yang berada di Provinsi Kalimantan Tengah.
“Kami sudah pernah mengirim dua owa ke Kalimantan Tengah, tapi saat ini kita juga sedang membangun pusat rehabilitasi satwa di Kabupaten Berau,” tandasnya.[]
Penulis : Tri Romadhani
Editor : Rusdi









