Ia menuturkan, untuk proses pemadaman diperlukan waktu kurang lebih satu jam hingga petugas dapat memadamkan api. Ia mengatakan, api sempat akan meluas, dan hampir membakar rumah di sebelahnya namun berhasil dicegah oleh petugas yang tiba di lokasi kejadian.
“Dengan terlebih dahulu turunnya dua unit dari Kecamatan Teluk Bayur, ditambah dengan menurunkan langsung dari kantor BPBD alhamduliilah api tidak sempat merembet ke rumah di sebelahnya,” lanjut Askar.
Kapolsek Teluk Bayur, Iptu Kasiyono yang tiba di lokasi kebakaran menjelaskan kronologis kejadian, pemilik rumah atas nama Edi Masriansyah tidak mengetahui kebakaran dirumahnya, sebelum diberitahu oleh tetangga yang mencoba menggedor rumahnya setelah melihat asap di atas rumah tersebut.
“Setelah itu warga melakukan pemadaman secara manual,” jelasnya. Ia mengungkapkan, tidak terdapat korban jiwa, namun banyak barang di dalam rumah yang tidak sempat terselamatkan, sehingga kerugian ditaksir mencapai Rp 800 juta.
Ia belum dapat memastikan penyebab pasti kebakaran, namun dugaan sementara korsleting listrik menjadi penyebabnya. “Kita belum dapat memastikan penyebabnya. Nanti kita lihat hasil investigasi petugas, setelah ini akan kami mintai keterangan dari saksi yang memang tau kejadian sebenarnya,” bebernya.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat, yang ingin bepergian dan meninggalkan rumah dalam kondisi kosong untuk memastikan telah mengunci rumah dan mematikan barang elektronik yang ada untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kebakaran. “Makanya nanti kami masih mau crosscheck ke dalam, alat-alat apa saja yang terbakar,” tandasnya.
Penulis : Tri Romadhani
Editor : Bambang Irawan