Sri Juniarsih dalam amanatnya menegaskan, pelaksanaan apel kebangsaan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada seluruh komponen bangsa dan masyarakat. Khususnya di Kabupaten Berau bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki ciri khas keberagaman suku, agama, dan ras. “Kita bertekad untuk menjadi bangsa, satu tanah air dengan satu bangsa Indonesia,” tegasnya.
Bupati menegaskan, sudah menjadi kewajiban bagi seluruh komponen bangsa Indonesia untuk secara konsisten menjaga, melindungi, dan memilihara tegaknya NKRI dari gangguan apa pun. Baik dari dalam maupun dari luar dengan cara menerapkan prinsip dan nilai nilai nasionalisme dalam kehidupan sehari hari. "Seluruh masyarakat Berau harus mampu menyatukan keberagaman demi menjaga persatuan NKRI," tuturnya.
Apel kebangsaan ini juga menguatkan rasa nasionalisme atau rasa kebangsaan sebagai bagian dari identitas dunia yang bermartabat. Sehingga memberikan kesadaran bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dengan seluruh potensi alam dan penduduknya yang wajib dijaga dari upaya upaya pelemahan dan penguasaan oleh bangsa lain. Menjaga dan memelihara persatuan dan kesatuan serta tetap tegaknya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Kegiatan ini juga bertujuan meredam berkembangnya penonjolan sikap primordialisme sempit, kesukuan, kedaerahan dan mencegah disintegrasi bangsa,” jelasnya. Sementara itu, Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning mengatakan, memelihara dan menjaga persatuan bangsa adalah kewajiban setiap warga negara, bukan hanya sebagian kelompok saja.
Karenanya, perlunya ada persatuan dalam keberagaman seperti makna dalam Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila. "Dasar negara Pancasila sudah final. Saya yakin sebagai bangsa yang mengakui Pancasila kita akan tetap bersatu untuk menghadapi berbagai ancaman yang memecahkan kedaulatan negara kita," tuturnya.
Penulis : */Tri Romadhani
Editor : Bambang Irawan